Prempuan Harus Mandiri dan Maju – Palopo Pos
FEMALE

Prempuan Harus Mandiri dan Maju

* Hj Andi Tenri Anna SIp

DI atas meja, sudah tersedia dua gelas. Isinya teh hangat. Rupanya, minuman ini disiapkan khusus bagi tamu yang memang sudah janjian ke rujab walikota Palopo, sore kemarin. Ini “hadiah” dari female kita minggu ini.

Namanya Hj Andi Tenri Anna SIp. Ia lahir di Makassar, 23 Maret 1980. Ia lulus Sekolah Dasar (SD) Pertiwi Makassar tahun 1992, lulus Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Makassar tahun 1995, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Makassar tahun 1998, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jurusan Sospol tahun 2002. Ia adalah istri dari Pjs Walikota Palopo, Andi Arwien Aziz.

Ia anak keenam dari enam bersaudara hasil perkawinan Drs H Andi Marzuki Wadeng, anggota DPRD Provinsi Sulsel (masih aktif) dengan (Alm) Hj Ratna Rahim. Dari perkawinannya dengan Andi Arwien, mereka yang nikah tahun 2004 dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama bernama Andi Muh Dzaki Ananta Arwien (12 tahun), Andi Rania Falisha Ananda Arwien (10 tahun), dan Andi Qiana Almira Arwien (3,5).

Sambil bercerita pengalaman mendampingi suami yang dipercaya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai pjs walikota Palopo, ibu tiga anak ini mempersilakan menikmati teh yang disiapkan. “Silakan diminum tehnya,” pintanya.

Ia melanjutkan ceritanya yang sempat terpotong tadi. “Ini juga tidak disangka-sangka. Kalau bapak dipercaya jadi pjs walikota Palopo,” ucap karyawan BRI yang memilih resign sejak tahun 2010.

Karena sudah diberi amanah dan tanggungjawab yang sangat mulia dari negara, sebagai seorang istri orang nomor satu di lingkup Pemkot Palopo, ia harus bisa menyesuaikan diri dengan tugas sang suami. “Saya harus bisa membagi waktu ke sini. Di Makassar, urus anak yang sekolah. Di sini (Palopo) program pemerintahan harus jalan dan lancar. Yang pertama dan kedua masih sekolah,” ucap dia.

Dalam mendampingi suami tercinta, kehadirannya hanya sebatas mensupport. Tidak lebih dari. Maksudnya, terus mendorong suami untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Palopo. “Kalau kembali ke rumah, saya jadi teman diskusi. Jadi, kita sebagai istri kadang jadi penyemangat. Supaya tetap semangat dan bahagia terus. He…he…” terang perempuan kelahiran Makassar ini.

Walau jadi teman diskusinya, lanjutnya, bukan berarti mau ikut tugas suami. Begitu juga di jabatan sebagai kepala BPKAD Provinsi Sulsel. “Tidak ada seperti itu. Tugas kantor, ya tugas dan urusan suami. Urusan keluarga, ya keluarga. Jadi harus bisa dibedakan,” ungkapnya.
Di ruang tamu rujab walikota, Andi Tenri ditemani anak perempuannya. Keramahan sudah terlihat sejak menyambut wartawan koran ini. Ia lalu meminta ke kursi sofa merah dalam rujab.

Cerita terus berlanjut. Sebagai orang baru, tentu dituntut harus bisa beradaptasi. Tapi, ia dan keluarga sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di rumah jabatan. Walaupun ia belum sempat untuk berjalan-jalan melihat Kota Palopo. “Baru pertama kali saya ikuti kegiatan ibu PKK,” ucapnya pelos.

Dirinya berharap selama kepemimpinan suaminya di Kota Palopo, kondisi tetap aman dan tentram. “Apalagi ini momen pilkada yang diikuti juga oleh Palopo. Saya harap tidak terjadi apa yang tidak diinginkan seperti lima tahun lalu,” tandas female yang hobi dengan traveling dan shoping ini.
Ia bisa merasakan Kota Palopo sebagai salah satu daerah di Sulsel yang perkembangannya sangat pesat. “Walaupun saya baru pertama kali datang ke Palopo, saya lihat di sini perkembangannya baik dari segi ekonomi dan pariwisata sudah sangat maju,” paparnya.

Terakhir, Andi Tenri Anna berpesan kepada perempuan muda di Kota Palopo, untuk bisa mandiri dan maju. Perempuan era sekarang bukan lagi seperti dulu. Terutama generasi muda saat ini harus pintar-pintar dalam bergaul di era teknologi seperti sekarang. (udy/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top