Disdag Jamin BBM Aman – Palopo Pos
Utama

Disdag Jamin BBM Aman

* Sidak 8 SPBU di Hari Libur, Bensin Cepat Habis karena Minat Masyarakat Tinggi

PALOPO — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palopo langsung menjamin BBM yang dijual di SPBU aman ke masyarakat. Ia juga menjawab isu oplosan premium dan pertalite. Katanya, tidak ada begitu. Bensin cepat habis karena minat masyarakat memang cukup tinggi, sementara Pertamina membatasi kuota BBM subsidi. Kemarin, Disdag Palopo menelusuri 8 SPBU sekaligus.

Pemantauan disdag mirip sidak. Karena memang tidak ada pemberitahuan ke SPBU kalau tim disdag yang dipimpin Kadisnya, Zulkifli akan turun memantau aktivitas di SPBU. Sidak dari disdag atas respon cepat Pjs Walikota Palopo Andi Arwien soal isu yang beredar di tengah masyarakat.

Ia memerintah kadisdag supaya turun memantau langsung kenapa bensin cepat habis dan adanya isu oplosan. ”Premium dan solar aman. Terkait isu oplosan BBM jenis premium dan pertalite, dari hasil lapangan yang kami lakukan tak ditemukan indikasi sebagaimana dimaksud,” ujar Kadis Perdagangan Palopo, Zulkifli, kepada Palopo Pos, Minggu 26 Februari 2018, kemarin.

Rombongan kadisdag star pukul 9 pagi. Mereka menyisir dari utara Kota Palopo. Mulai dari SPBU Padang Alipan, SPBU Rampoang, SPBU Salobulo, SPBU Yos Sudarso, SPBU Tandi Pau. Kemudian SPBU Ahmad Razak, SPBU Binturu, dan SPBU Sampoddo.

”Ya, kami telah melakukan pengawasan dan sekaligus klarifikasi terkait isu yang beredar di masyarakat tentang distribusi dan oplosan,” ujar kadisdag. Dari penelusuran yang dilakukan, kata kadis, kondisinya disebutkan aman.

Saat meninjau SPBU Rampoang, BBM jenis premium, pertalite, solar dinyatakan aman, SPBU Salobulo juga begitu. ”Premium dan solar aman,” ujarnya.

Sedangkan SPBU Yos Sudarso, hanya pasokan solar tersedia alias aman. Sedangkan premium masih menunggu suplai dari Depot Karang-karangan. Di SPBU Tandipau, solar, premium, pertalite, pertamax disebutkan aman. Begitu juga di SPBU Ahmad Razak, premium, pertalite, dan pertamax aman, SPBU Binturu (premium, pertalite, solar aman, dan SPBU Binturu (premium, solar, pertalite) aman.

Terkait isu oplosan BBM jenis premium dan pertalite, dari hasil lapangan yang dilakukan disdag tak ditemukan indikasi sebagaimana dimaksud. Hal ini juga diperkuat penjelasan PT Pertamina. Melalui Sales Representativenya, Devian Farid, ia mengatakan bahwa info tersebut tidak benar. ”Kami menjamin kualitas pasokan BBM yang disuplai ke SPBU di Kota Palopo,” ujar Devian.

Dinas perdagangan Palopo juga mengimbau bila ada indikasi yang demikian agar dilengkapi dengan bukti laporan. Kenapa dilengkapi dengan bukti, kata dia, agar dapat ditindaklanjuti dan dapat dijadikan bukti dalam rangka menegakkan aturan sesuai ketentuan yang berlaku agar masyarakat tetap tenang. ”Karena Pemerintah Kota Palopo akan terus berupaya melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat, khsusnya pasokan BBM di Kota Palopo,” tandasnya.

Mengenai bensin cepat habis di SPBU dalam kota, kadis perdagangan mengatakan bahwa selain karena masih tingginya minat masyarakat, memang ada pengurangan kuota dari 16.000 liter ke 8.000 liter. ”Jadi, itu info yang keliru. Pasokan bensin atau premium memang ada pengurangan dari 16.000 liter ke 8.000 liter,” paparnya.

Hal ini, kata dia, adalah kebijakan pusat dengan maksud di antaranya mengurangi ketergantungan terhadap BBM subsidi. Kata dia, kekurangan itu dikonversi ke pertalite dari 8.000 liter menjadi 16.000. ”Jadi jumlah pasokan tetap sama. Kenapa cepat habis? Karena di samping pasokan yg dikonversi ke pertalite, juga minat masyarakat masih tinggi ke bensin atau premium,” tandasnya.

Lanjut kadis, suplai bensin tetap tersedia setiap hari dengan estimasi waktu kalau suplai pagi dari depot pertamina ke SPBU, maka diperkirakan habis pada sore hari atau jelang malam. ”Tergantung ramai tidaknya konsumen,” terangnya.

Mungkin tidak cepat habis kalau semua SPBU dengan kuota 8.000 liter melayani. Apalagi, yang isi premium tentu kalangan pengguna sepeda motor ojek dan angkot, karena tidak mungkin mobil menengah atas dan dinas yang pakai BBM subsidi. ”Itu yang diharapkan. Memberi pelajaran yang baik buat masyarakat, harus dimulai dari diri sendiri. Rata-rata informasi dari SPBU mengenai suplai premium atau bensin. Jadi, kondisi tetap aman,” terangnya.

Sementara itu, Pjs Walikota Palopo, Andi Arwien Aziz, mengapresiasi langkah disdag atas ‘quick response’. Kata walikota Palopo, terlepas benar atau tidak, tugas pemerintah adalah memasilitasi masyarakat. ”Saya ucapkan terima kasih atas respon cepat kadis dan jajaran dinas perdagangan,” ucap Arwien. Pjs walikota yang dikenal taat beribadah menutup dengan kalimat ‘Jazakallahu Khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). (ary)

Click to comment

Most Popular

To Top