Selama Diblokir, Masyarakat Dapat Registrasi Simcard – Palopo Pos
Utama

Selama Diblokir, Masyarakat Dapat Registrasi Simcard

Pengguna kartu seluler memadati Gerai Telkomsel di Jalan Andi Djemma, Palopo, Rabu 28 Februari 2018. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Warga ‘Serbu’ GraPARI dan Dukcapil

PALOPO — Tidak biasanya, warga memadati Gerai Telkomsel di Jalan Andi Djemma, Kota Palopo. Dari pagi sampai malam hari. Ternyata, untuk mengurus registrasi kartu prabayar yang tenggat waktu registrasi ulang nomor SIM seluler berakhir, kemarin, Rabu 28 Februari 2018.

Ratusan warga ini mendatangi kantor Telkomsel untuk meregistrasi ulang kartu prabayar mereka yang tidak bisa diregistrasi. Banyaknya warga yang datang mengantre untuk meregistrasi kartu prabayar membuat seisi ruangan di dalam kantor tersebut terlihat sesak.

Dari pantauan Palopo Pos di Gerai Telkomsel, Rabu sore, customer service Gerai Telkomsel yang hanya 3 orang mengaku sangat kewalahan melayani permintaan registrasi.

“Sudah tiga hari ini Kami lembur sampai malam untuk melayani masyarakat melakukan registrasi,” kata Nova, salah satu CS di Gerai Telkomsel Palopo.

Menurut penuturan Supervisior SOO Sub Branch Telkomsel Palopo,
Syamsudart yang didampingi Manajer Support Comindo, Hamdi kepada Palopo Pos mengatakan, untuk membantu masyarakat melakukan registrasi kartu prabayar dengan menerjunkan beberapa tim yang disebar dititik keramaian di Kota Palopo.

“Ada tim Kami yang ditugaskan di Pasar Sentral, masjid-masjid, dan beberapa tempat keramaian. Tujuannya membantu warga registrasi kartunya,” ujarnya, Rabu 28 Februari 2018.

Lebih jauh dikatakan, Syamsudart berdasarkan hasil rekap data nomor yang telah melakukan registrasi pada, Selasa 27 Februari 2018, lalu dari sekitar sejuta pengguna kartu Telkomsel di Luwu Raya dan Toraja, baru sekira 42 persen yang melakukan registrasi. Ada kemungkinan di hari terakhir waktu registrasi mencapai angka diatas 50 persen.

Selain di GraPARI Telkomsel, ternyata warga juga memadati Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palopo. Untuk melakukan singkronisasi data Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga.

Dari pantauan Palopo Pos, hingga sore hari sekira pukul 16:00 Wita, antrian masyarakat untuk mengurus perbaikan NIK dan KK masih terjadi. Bahkan perekaman KTP eletronik pun juga masih dilayani.

“Tunggu saja dalam waktu 1 kali 24 jam sesudah dilakukan singkronisasi data, ada laporan yang masuk di HP Ta’ itu,” kata salah satu staf di kantor Dukcapil.

Berdasarkan edaran dari Kominfo, setelah tenggat waktu akhir Februari, pelanggan yang belum registrasi akan mengalami pemblokiran bertahap hingga diberlakukan pemblokiran total.

Tahap pertama, pengguna kartu SIM prabayar bakal tidak bisa menelepon keluar (outgoing call) atau berkirim SMS (outgoing SMS) mulai 1 Maret 2018.

Dalam keadaan ini, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet Meski demikian, masyarakat masih diberi waktu tambahan kesempatan untuk melakukan registrasi hingga 30 April 2018 sebelum nomor SIM prabayarnya diblokir total pada 1 Mei 2018 mendatang.

Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai tanggal 31 Maret 2018, mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan menerima layanan pesan singkat (incoming SMS).

Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet. Meski mengalami pemblokiran, nomor kartu SIM tersebut masih bisa digunakan untuk berkirim SMS ke 4444 untuk melakukan registrasi.

“Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai tanggal 30 April 2018, pada tanggal 1 Mei 2018 dilakukan pemblokiran total,” demikian isi siaran per Kemenkominfo di situs remisnya, Rabu 28 Februari 2018.
Menurut keterangan Kemenkominfo, hingga 28 Februari 2018 pukul 12.52 WIB, sejumlah 305.782.219 nomor pelanggan telah diregistrasikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad Ramli, mengimbau masyarakat untuk menggunakan sisa waktu registrasi simcard agar terhindar dari pemblokiran.

Adapun batas waktu registrasi simcard yakni tinggal dua hari lagi. “Jika sampai batas akhir pelanggan tidak melakukan registrasi, maka akan dikenakan pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap. Dan akan diblokir total pada 28 April 2018,” tutur Ramli, kemarin.

Namun, lanjut Ramli, selama masa pemblokiran tersebut, masyarakat masih tetap dapat melakukan registrasi. Yakni melalui SMS, website, dan datang langsung ke gerai operator. Ramli mengingatkan masyarakat untuk melakukan registrasi dengan menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar.

“Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum. Masyarakat juga jangan melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di-upload oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di internet,” ujarnya. (idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top