RKPD Tana Toraja Bahas Kekerasan PPA Dan Narkotika – Palopo Pos
Toraja

RKPD Tana Toraja Bahas Kekerasan PPA Dan Narkotika

MAKALE — Memasuki hari ke dua konsultasi forum organisasi perangkat daerah, dalam rangka rancangan awal penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Tana Toraja 2019. Digelar diskusi terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPA).

Dimana yang menjadi narasumber yakni Ketua TP-PKK Tana Toraja Rospita N.Biringkanae, BNN Tana Toraja diwakili oleh Marthen Sanda Kasi P2M dan Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi.

Dalam sambutannya Welem Sambolangi katakan bahwa tadi sudah dilaporkan oleh ibu Ketua TP PKK bahwa kelembagaan pada ditingkat kabupaten belum sempurna dan juga sarana dan prasarananya belum memadai.

“Saran kami dalam forum ini bolehkah menjadi komitmen kita bahwa P2TP2 ini adalah skala prioritas yang perlu kita lengkapi dalam penganggaran Tahun 2019 sehinggah penanganan terhadap generasi penerus toraja dan ibu-ibu kedepan bisa tertangani lebih serius.

Kami juga mengusulkan dalam forum ini supaya tugas dan tanggung jawab P2TP2 Kabupaten bisa terbagi dan tidak terlalu berbeban berat ,bolehkah kelembagaan ini dilengkapi juga pada tingkat kecamatan sehinggah koordinasi lebih memudahkan dan jangkauan bisa lebih cepat kalau terbentuk juga P2TP2 pada masing-masing kecamatan .

“Bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak ,tidak ada lagi ampun baginya jika melakukan tindakan kekerasan ,baik itu yang terjadi di kecamata ,lurah dan lembang agar tidak ada lagi tindakan kekerasan yang terjadi khususnya di Tana Toraja.

Ketua DPRD Tator ini juga menyampaikan tanggapannya terkait soal narkotika, dalam sambutannya Welem katakan kepada BNN Kabupaten Tana Toraja terimakasi informasi dan penjelasan yang telah disampaikan,kami sebagai masyarakat awam soal narkotika ,ada pemahaman yang masih keliruh di tengah masyarakat .

“Mohon maaf kalau saya salah menilai ada terkesan dalam sosialisasi ditengah-tengah masyarakat kadang terlalu ditonjolkan bahwa ada rehabilitasi ,sehinggah ada juga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengkampanyekan bahwa silahkan gunakan,karna kalau ditangkap akan direhabilitasi nantinya.

Bolehka ini upaya rehabilitasi tidak perlu terlalu ditonjolkan dimasyarakat tetapi yang lebih diyonjolkan adalah penangkapan dan penahanan kepada pengedar narkoba .

“Toh kalau ada rehabilitasi itu adalah internal BNN, karena ada juga yang merasa kalau ditangkap direhabilitasi tidak harus dipenjara atau dihukum, itu mekanisme kalau saya salah mohon maaf .

P4GN ini kita sinergikan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sehinggah program atau kelembagaan P4GN ini bisa bersinergi pada beberapa OPD yang terkait langsung dengan sosial kemasyarakatan kita ,misalnya dinas pendidikan ,dinas kesehatan dan kesbangpol,sehinggah kedepannya bisa sama-sama melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap bahaya narkotika,Kunci Welem. (rp2/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top