Sopir Bus Terpental 2 Meter, Tewas – Palopo Pos
Utama

Sopir Bus Terpental 2 Meter, Tewas

* Buru-buru Salip Motor, Avanza Senggolan Bus

LUWU — Laka maut terjadi di Kelurahan Suli, Senin 5 Maret 2018. Di depan ada sepeda motor Yamaha sedang melaju. Mobil jenis MPV dari belakang diduga buru-buru menyalip sepeda motor tersebut. Saat yang sama, muncul bus 3/4 dari arah berlawanan. Brak! Bus keluar jalur ke kiri hingga menabrak pagar puskesmas. Sopir terpental keluar kemudinya sejauh 2 meter, tewas.

Lokasinya di Lingkungan Lempokassi, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Terjadi pukul 11:15 Wita. Mendengar suara dentuman tersebut, masyarakat sekitar Lempokassi dibikin kageet bukan kepalang.

Heboh jadinya. Mereka kemudian berlarian ke sumber sumber suara. Mereka melihat dua kendaraan dalam kondisi memprihatinkan. Rusak parah. Korban laka yang terpental dari kemudinya terlihat sekarat di atas got.

Tanpa dikomando lagi, masyarakat sekitar langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Kecamatan Suli. Yang kondisinya mengalami luka berat dan butuh penanganan serius, langsung dilarikan ke RSUD Batara Guru, Kota Belopa. Luka ringan tetap dirawat di Puskesmas dan langsung dijemput pulang keluarga sore harinya.

Dari peristiwa tersebut, sopir bus menderita luka parah hingga menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit. Namanya Iwan, 35 tahun, warga Desa Malakke, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Kepalanya pecah diduga benturan dengan tembok got saat terpental sejauh 2 meter. Kemudian keluar darah dari telinga dan hidung.

Penumpang bus tujuan Mangkutana yang menderita luka ringan, yakni, Ralla, 45 tahun, warga Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap. Ibu rumah tangga ini menderita luka bengkak di atas bibir. Ia hanya dirawat jalan di PKM Suli.

Sorenya langsung pulang dan dijemput keluarganya dari Sidrap. Saat saat kejadian, bus memuat 20-an penumpang. Delapan orang di antaranya menderita luka ringan.

Dari mobil MPV tercatat sopir dan satu orang temannya. Mobil jenis MPV dikemudikan Darwis, 40 tahun, warga Jalan Cakalang, Kota Palopo. Ia berprofesi sebagai wiraswasta. Ia menderita fraktur atau patah tulang bahu kanan, lecet pergelangan tangan kanan, lecet bibir bawa. Ia kini dalam perawatan di RSUD Batara Guru Belopa.

Kemudian teman lelakinya bernama Rustam, 40 tahun, juga swasta. Ia beralamat di Jalan Sejahtera, No.30, Kelurahan Alliri Tengngae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Ia mengalami luka-luka. Misalnya, luka terbuka kening kiri, luka terbuka dagu, luka terbuka pelipis kanan. Korban dirawat di RS Hikmah Belopa.

Ada juga pengendara sepeda motor Yamaha. Ia menderita luka ringan. Nama korbannya Zulfadli, 19 tahun, warga Lingkungan Lempopacci, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Luwu. Ia bekerja sebagai wiraswas. Warga Suli ini menderita luka lecet siku kanan, terasa sakit pada dada dan dirwat di RS Hikmah Belopa.

Di TKP, sejumlah saksi mata yang sempat ditemui Palopo Pos, menerangkan. Mobil medium bus atau bus 3/4 dengan nomor polisi (Nopol) DD7556 AB bergerak dari Sidrap mau ke Mangkutana. Kecepatan mobil bus yang dikemudikan Iwan disebutkan tidak terlalu kencang. ”Dalam kecepatan sedang. Tidak terlalu kencangji,” ujar saksi mata, kepada Palopo Pos, kemarin.

Dari arah Palopo menuju Makassar, mobil jenis MPV melaju dalam kecepatan tinggi. Ia terlihat buru-buru menyalip sebuah sepeda motor Yamaha Yamaha Jupiter Z DP3499 FK yang dikemudikan Zulfadli. Bus berupaya menghindar ke kiri sesaat akan tabrakan terjadi. Namun, upaya sopir bus untuk menghindari lakalantas tidak dapat dielakkan. Walau tidak baku tabrak.

Namun, jenis MPV dan bus 3/4 tetap senggolan. Saat itulah, bus keluar jalur dan lari ke kiri hingga menabrak pagar puskesmas dan sebatang pohon. Tak hanya itu, mobil terperosok masuk ke selokan/saluran air. Sang sopir kemudian terpental keluar kemudi dan membentur tembok.

”Kelihatan kalau mobil dari utara menuju selatan buru-buru mau menyalip,” lanjut saksi lainnya. Ironisnya, Zulfadli yang mengendarai motor Yamaha yang baru saja disalip Avanza, ikut menabrak belakang mobil MPV tersebut. Sesudah sengolan dengan bus.

Kasatlantas Polres Palopo, AKP Suhermanto, yang dihubungi Palopo Pos, membenarkan laka maut tersebut. Ia bersama timnya langsung melakukan olah TKP.
Ia membeberkan hasil olah TKP. Katanya, mobil yang dikemudikan Darwis menyalip sepeda motor yang dikemudikan Zulfadli tanpa memerhatikan situasi arus lalulintas. Tidak memberikan isyarat berupa kecepatan tinggi. ”Nampak bekas rem ban mobil bus yang menghindar ke kiri. Arus lalin di TKP saat itu lancar,” ujar kasatlantas Polres Luwu.

Saat ini, ketiga barang bukti sudah diamankan di Satlantas Polres Luwu.
Data kasatlantas menyebutkan, dari 12 orang yang dilarikan ke rumah sakit, empat orang diantaranya mengalami luka serius. “Hanya empat orang yang luka, dan sudah ditangani, sementara lainnya hanya trauma,” ujarnya.

Pihaknya masih menangani persoalan ini. “Kita masih lakukan pemeriksaan dan mintai keterangan sopir, ini jadi pelajaran bagi semua agar hati-hati dalam membawa kendaraan,” ujar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu. (fan/idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top