Kemendes Gelontorkan Rp1,94 Miliar Bangun Tiga Desa – Palopo Pos
Luwu

Kemendes Gelontorkan Rp1,94 Miliar Bangun Tiga Desa

BELOPA — Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) mendorong otonomi dan kemandirian desa. Di Kabupaten Luwu, tiga desa mendapat bantuan langsung dari pusat.

Dikatakan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Luwu, Drs Muhammad Tahir M.Si, pihaknya baru saja mendapatkan informasi dari Kemendes RI soal persetujuan untuk membantu tiga desa di Kabupaten Luwu untuk tahun 2018

“Ketiga desa yang akan mendapatkan bantuan tersebut yaitu Desa Temboe Kecamatan Larompong Selatan, Desa Padang Lambe Kecamatan Suli dan Desa Tumbubara Kecamatan Bajo, ” kata Tahir, Selasa 6 Maret 2018.

Tahir menjelaskan, ketiga desa tersebut duatas mendapatkan bantuan yang berbeda. Untuk Desa Temboe mendapatkan bantuan berupa program pembangunan kawasan pariwisata terpadu, yakni objek wisata pantai hutan mangrove. Sedangkan Desa Padang Lambe dan Desa Tumbubara masing-masing mendapatkan bantuan berupa pembangunan embung masing-masing 1 unit.

“Untuk Desa Temboe mendapatkan bantuan sebesar Rp1, 4 miliar lebih, untuk pembnaugnan kawasan pariwisata terpadu dan untuk Desa Padang Lambe dan Tumbubara masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp270 juta,” jelas Tahir.

Bantuan tersebut diperoleh setelah Direktur Sarana Prasarana Desa Direktorat Kementerian Desa Ir Rosidah MM, dan Direktur Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Arimurti B Suprapto SE, saat mengunjungi desa tersebut mendampingi reses anggota DPR RI DR Ir H Bahrum Daido, M.Si akhir Februari lalu

Untuk diketahui, Direktur Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Arimurti B Suprapto SE, MA, Senin 26 Maret 2018 meninjau langsung Desa Temboe Kecamatan Larompong Selatan, yang berencana akan dijadikan kawasan objek wisata hutan Mangrove

Arimurti dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah pusat sangat mendorong otonomi desa serta pengembangan kawasan yang bisa dijadikan sebagai objek wisata. Dan Pemerintah pusat sangat tertarik dengan rencana pengembangan objek wisata hutan mangrove di desa Temboe Larsel

“Kami berharap konsep pembangunan kawasan hutan wisata Mangrove ini bisa terlaksana. Jika memang memungkinkan untuk dikembangkan, pemerintah pusat akan memberi support terhadap upaya ini, ” Kata Arimurti seraya menambahkan, kepala desa jangan ragu untuk membangun kawasan wisata di desanya. Apabila mampu mendatangkan pendapatan asli desa pemerintah pusat akan berupaya untuk membantu

Sementara itu Kepala Desa Temboe, Abdi Thamrin mengatakan, kawasan pantai hutan mangrove ini merupakan milik langsung pemerintah desa dan lokasinya sudah turun temurun dikuasai pemerintah desa.

“Kawasan ini luasnya lebih dari 3 hektar. Tetapi untuk fokus pengembangan kawasan objek wisata pantai mangrove Babana Temboe ini sekitar 1,5 hektar. Lokasi ini sangat indah dengan pasir putihnya dan selalu dikunjungi masyarakat, bahkan kegiatan sosial kemasyarakatan biasa kami laksanakan disini. Kami sangat berterima kasih jika dibantu untuk dibangun. Memang ada beberapa kendala seprti sarana listrik dan air bersih, tetapi kami bisa upayakan melalui pemerintah de
sa,” tandas Abdi. (and/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top