Diluar Dugaan, Salekoe Walk Out – Palopo Pos
Olahraga

Diluar Dugaan, Salekoe Walk Out

* Menang Berdiri, Dangerakko Lolos ke Final

PALOPO-– Manajer PS Salekoe, Masdin membuat keputusan mengejutkan, Kamis, 8 Maret 2018 sore kemarin. Ia memutuskan untuk “walk out” atau memilih keluar dari ajang Turnamen Sepakbola Walikota Cup. Padahal, sudah memasuki pertandingan babak semifinal melawan PS Dangerakko.

Atas keputusan krusial tersebut, PS Dangerakko dinyatakan “work over” (WO) alias menang berdiri. Wasit memberi hadiah tiga gol kepada tim tuan rumah tersebut. Di babak final yang dijadwalkan pada 11 Maret lusa, Dangerakko akan berhadapan dengan pemenang semifinal kedua antara PS Penggoli melawan Batu Walenrang, Jumat sore nanti.

Dari pantauan Palopo Pos, pertandingan semifinal pertama antara PS Salekoe versus tuan rumah Dangerakko sudah siap dilaksanakan. Masing-masing tim sudah memasukkan Daftar Susunan Pemain (DSP). Tim wasit sudah memasuki lapangan, begitu pun pemain Dangerakko sudah berbaris di samping kiri wasit. Tim Salekoe juga sudah memasuki lapangan.

Puluhan aparat kepolisian sudah stand by di pinggir lapangan. Tim medis dari UPTD JA juga ada di stadion. Seribu lebih penonton yang full memenuhi tribun tertutup sudah siap menyaksikan jalannya laga krusial yang akan menjadi penentu, siapa yang berhak lolos ke babak final. Itu belum termasuk penonton yang berada di tribun terbuka.

Tiba-tiba Manajer Dangerakko, Irfan, mengajukan protes terhadap sejumlah pemain Salekoe. Sekita enam pemain dianggap pemain luar kecamatan, bahkan ada dari Kecamatan Malangke, Kab. Luwu Utara. Protes tersebut disertai foto scan e-KTP yang didapatkan tim Dangerakko dari Dinas Kependudukan Luwu Utara. Pihak Dangerakko meminta agar pemain yang bukan warga Palopo tidak dimainkan.

Sementara Manajer Salekoe, Supardin berupaya mempertahankan pemain yang diprotes tersebut. Karena pemain-pemain itu sudah pernah bertanding pada babak sebelumnya. ”Kami minta kebijakan dari panitia, karena sebelumnya sudah pernah bermain,” ujarnya.

Namun pihak Dangerakko berkeras, bahwa panitia harus menegakkan fair play. Sesuai hasil tecknical meeting, pemain harus berdomisili di wilayah kelurahan tersebut. Atau bisa dari luar kelurahan sepanjang kelurahan tersebut berada dalam wilayah kecamatan yang sama.

”Turnamen ini merupakan ajang pembinaan dan pencarian pemain berbakat dari warga asli Palopo. Kalau pakai pemain luar, berarti sudah tidak fair. Kita mau bertanding secara sportif,” tegas Irfan yang lebih dikenal dengan sapaan Ippank.

Akhirnya Ketua Panitia, Wahyudi Yunus angkat bicara. Ia tegas, tidak boleh pakai pemain luar. Kalau pemain luar Salekoe masih bisa lolos pada saat melawan Salobulo di babak delapan besar, itu karena pihak Salobulo tidak mampu memperlihatkan bukti bahwa Salekoe menggunakan pemain luar.

”Kalau protes dari Dangerakko, mampu memperlihatkan bukti scan KTP terbaru yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan bukan warga Palopo. Jadi keputusannya, pemain luar yang dipakai Salekoe tidak boleh dimainkan,” tegas alumni Fakultas Hukum Unanda Palopo ini.
Keputusan panitia tersebut, tidak diterima manajer Salekoe. ”Kami lebih baik mengundurkan diri,” ucapnya.

Terungkap pula bahwa pemain Salekoe merupakan pemain PS Garuda yang berhasil memenangkan Turnamen Syukur Bijak (SBj) Cup yang berlangsung Oktober 2017 lalu. Pada babak final tersebut, PS Garuda mengalahkan Gaspa Palopo. (ikh)

Daftar Pemain

PS Dangerakko PS Salekoe
* Rama (1) * Sahril (1)
* Dirga (19) * Abd Rivai (23)
* Elson (3) * Faisal (4)
* Mahatir (16) * Yohan (8)
* Pian (14) * Adri (11)
* Syamsu Alam (4) * Ikbal (12)
* Akbar (11) * Anjasmara (44)
* Akbar Amir (17) * Ivan Wahyudi (24)
* Hamka (7) * Rino (29)
* Andi (8) * Herdianto (81)
* Aldi (12) * Reza (7)

Cadangan Cadangan
* Sahril (18) * Hendra
* Arif (9) * Padex
* Jamal (10) * Wandi
* Asdar (01) * Revin
* Andika (15) * Abam

Click to comment

Most Popular

To Top