Harga Sawit di Lutra Anjlok – Palopo Pos
Luwu Utara

Harga Sawit di Lutra Anjlok

MASAMBA — Harga buah sawit atau Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Luwu Utara berada pada titik terendah sejak keberadaan Pabrik CPO Mili PT Jas Mulia. Bagaimana tidak, harga pembelian pada tingkat petani berada pada angka Rp800 per Kilogram. Harga TBS tersebut terendah jika dibandingkan dengan harga TBS di provinsi lain di Indonesia yang rata-rata diatas Rp1.500 per Kilogram umur tanam 7 tahun.

Mahmuddin, salah seorang petani sawit di Masamba mengeluhkan rendahnya harga TBS di Luwu Utara, bahkan harga TBS tidak jauh beda dengan harga sebelum berdiri pabrik CPO di Luwu Utara, harga di tingkat petani menurutnya sangat memprihatinkan hanya dihargai Rp800 per Kg.

“Harga sawit di provinsi lain capai Rp1.500 hingga Rp1.600 per Kg tingkat petani sangat kontras perbedaan harga,” jelasnya Senin 12 Maret 2018.
Itulah sebabnya, dirinya mengajak petani sawit Luwu Utara untuk tidak memanen buah sawitnya, dan membiarkan saja busuk di pohonnya. Karena dia yakin dan percaya pabrik CPO yang ada di Luwu Utara akan kolaps.

Karena lanjut jika TBS dijual ke pabrik, petani tetap rugi, sebab lebih besar biaya operasionalnya yang dikeluarkan dibanding hasil yang didapatkan, utamanya pupuk yang digunakan bukan subsidi pemerintah harganya jauh lebih mahal.

”Jadi perusahaan yang untung, petani yang buntung, lebih baik tebang saja ganti dengan kakao klon 45 itu lebih menguntungkan,” sebutnya.
Salah seorang petani dari Kecamatan Malangke, Kadding juga mengeluh harga pembelian di daerahnya tinggal Rp800 per Kilogram. Kadding malah setuju bila buah sawit dibiarkan membusuk diganti tanaman lain yang menguntungkan.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Seluruh Indonesa (Apkasindo) Luwu Utara, H Rafiuddin membenarkan anjloknya harga sawit di Luwu Utara. Turunnya harga TBS tingkat petani di Luwu Utara, jelas Rafiuddin lantaran harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan juga sangat rendah yakni Rp1.130 per Kilogram.

“Harga Maret 2018 yang ditetapkan di provinsi hanya naik Rp5 yang bulan sebelumnnya hanya Rp1.125 per Kilogram,” ungkap Rafiuddin.
Rafiuddin meminta pemerintah dan DPRD menyikapi persoalan ini, paling tidak melakukan kunjungan di provinsi tetangga melihat seperti apa harga TBS disana.

“Sebaiknya pemerintah dan DPRD jalan-jalan ke Sulbar dan Sulteng supaya bisa bandingkan setelah pulang melihat PKS di provinsi tetangga,” ujar Rafiuddin.

Sementara itu, mantan Bupati Luwu Utara, H Arifin Junaidi yang juga merupakan Petani Kelapa Sawit meminta perusahaan menepati janji awal saat pembangunan pabrik CPO di Desa Minanga Tallu.

“Hendaknya pemilik pabrik CPO kembali ke niat awal ketika membangun pabrik yaitu mensejahterakan petani sawit, ini saran untuk yang berkepentingan biar semua untung,” saran Arjuna.

Senada Ketua Partai Perindo Luwu Utara, Ir Samsumastono mengatakan harusnya harga TBS Sawit di Luwu Utara bagus. Sebab selain sudah ada pedoman penetapan harga dari Kementan, juga karena seluruh TBS adalah milik masyarakat.

“Tapi intinya semua masalah bisa diselesaikan jika ada kepedulian untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

Sekedar perbandingan, Harga TBS di Riau sawit umur 3 tahun (Rp 1.382,73);sawit umur 4 tahun (Rp 1.543,59); sawit umur 5 tahun (Rp 1.651,55); sawit umur 6 tahun (Rp 1.700,57); sawit umur 7 tahun (Rp 1.765,35); sawit umur 8 tahun (Rp 1.820,42); sawit umur 9 tahun (Rp 1.879,15); dan sawit umur 10th-20 tahun (Rp 1.931,30).

Sawit umur 21 tahun (Rp 1.884,99), sawit umur 22 tahun (Rp 1.837,93), sawit umur 23 tahun (Rp 1.791,61), sawit umur 24 tahun (Rp1.772,94), sawit umur 25 tahun (Rp 1.698,24).

Sedangkan Hargan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Prov Sumsel Periode I bulan Maret 2018 untuk umur sawit 10-20 tahun dipatok Rp1.717,84/Kg, di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) periode Maret 2018, harga buah sawit di wilayah tersebut untuk sawit umur 10-20 tahun mencapai Rp1.705,18/Kg, di Kalimantan Timur Harga TBS umur 7 Tahun Rp1.526 per Kilogram.(mah/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top