Kapolres Dimutasi, Taswin Unjuk Rasa – Palopo Pos
Metro

Kapolres Dimutasi, Taswin Unjuk Rasa

*Humas Polda: Kapolres Harus Tingkatkan Karier!

PALOPO — Sejumlah mahasiswa dan masyarakat melakukan unjuk rasa terkait mutasi Kapolres Palopo AKPB Taswin. Mereka meminta agar Kapolri Tito Karnavian menangguhkankan telegramnya terkait perpindahan AKBP Taswin menjadi Wakasubdik Diklat Polair Polri.

Hal itu dinilai pertimbangan keamanan jelang Pilkada Serentak 2018. Aksi yang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat dan Mahasiswa Cinta (Taswin) Kota Palopo mereka melakukan aksi pada tiga titik yakni, depan kampus Unanda, Jalan Sultan Hasanuddin, depan Mapolres, jalan Opu Tosappaile, dan kantor DPRD Palopo.

Koordinator Lapangan (Korlap), Rendi Pratama menilai penggantian kapolres pada tiga bulan jelang pencoblosan akan memiliki banyak konsekuensi, termasuk peningkatan kerawanan keamanan.

Ditambah lagi kapolres yang baru nanti tentunya akan membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dalam tensi politik yang semakin memanas.

Menurutnya, rotasi tersebut dianggap dilaksanakan di saat yang tidak tepat, di mana tahapan Pilkada serentak termasuk pilwalkot Palopo masih sementara berlangsung. Mereka juga mendesak Kapolri Jenderal Tito karnavian agar secara arif dan bijaksana mempertimbangkan aspek psikologis masyarakat di Kota Palopo yang sudah mulai normal dan kondusif sejak dibawah kepemimpinan AKBP Taswin, SIk.,MH.

Selain itu mendukung serta mengapresiasi langkah Kapolres dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu dengan operasi keamanan guna mencegah dan menindak kejahatan di jalanan, narkotika dan obat-obatan, minuman keras dan alkohol serta penyelewengan kekuasaan, korupsi dan penyakit-penyakit sosial dalam masyarakat yang berimbas pada sosial ekonomi masyarakat Kota Palopo, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mendesak Jajaran Polres Palopo untuk tetap mempertahankan suasana kondusif dan keamanan yang sudah terjalin dengan baik saat ini dengan semua elemen dan komponen dalam masyarakat.

Meminta jajaran Polres Palopo agar menggiatkan kembali sistem keamanan terpadu antar warga, RT/RW guna mengantisipasi penyusup dan provokator yang sengaja ingin memecah belah warga Palopo atas perbedaan pilihan politiknya dalam event lima tahunan Pilkada Serentak 2018, serta menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Termasuk tidak menginginkan kejadian pembakaran Kantor Wali Kota dan sejumlah kantor lainnya dalam Pilkada 2013 lalu, sehingga masih menyisakan trauma yang dalam bagi warga Kota Palopo.

“Kami tentu tak ingin kejadian tersebut terulang dalam pilkada Palopo yang tensinya mulai memanas lagi, termasuk prestasi AKBP Taswin di Kota Palopo cukup baik merupakan satu-satunya kapolres yang berhasil menutup THM di kawasan Labombo,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palopo, Harisal A. Latief menilai adanya pergantian Kapolres tentunya berimplikasi kepada upaya pengamanan yang bisa saja kebijakannya berulang lagi dari awal. Padahal, lanjut dia, benih-benih konflik sudah mulai muncul di Palopo.

“Kami berkeyakinan dengan adanya pergantian kapolres yang mendadak ini tentunya akan menimbulkan potensi kerawanan tersendiri,” ucapnya.
Secara tegas pihaknya akan mengirimkan surat ke Mabes Polri untuk meminta penundaan mutasi AKBP Taswin hingga usai Pilkada. “Aspirasi ini akan kami sampaikan ke mabes polri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan salut dengan mahasiswa dan masyarakat yang telah melakukan aksi karena alasan Kapolres Palopo mampu memberikan pelayanan hingga Kota Palopo kondusif dan aman, serta tindak kejahatan dapat ditekan demikian peradaran miras dapat diatasi dengan baik.

Namun perlu masyarakat ketahui bahwa mutasi adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri.

“Tentu Kapolres Palopo harus meningkatkan karirnya, karena jabatan Wakapusdik Pol Air adalah jabatan promosi. Jadi mutasi itu hal yang wajar sebagai penyegaran dan demi peningkatan kinerja personil kedepannya,” tegas Kombes Dicky, via ponselnya, sore kemarin.

Ia menambahkan Kapolres yang baru nantinya agar segera menyesuaikan diri dengan lingkup kerja barunya. Sementara kepada pejabat lama akan melaksanakan tugas demi jenjang kariernya kedepan.(him-rul/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top