Pelajar SMA Tewas Dua Tusukan – Palopo Pos
Utama

Pelajar SMA Tewas Dua Tusukan

* Duel Maut Depan Kuburan Wotu

MALILI — Di malam yang gelap, dua pelajar SMA Wotu terlibat adu jotos. Mereka nekad berduel maut. Di depan kuburan lagi di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Pelajar SMA yang tidak lain temannya sendiri tewas dengan dua tusukan.

Peristiwa berdarah itu terjadi Senin 12 Maret 2018, pukul 01:00 Wita, dini hari. Mereka masih teman. Satu sekolah, kemudian satu ruangan pula. Di kelas tiga.
Di bawah lampu sorot jalan yang tidak begitu terang, dua pengendara motor Yamaha Matic berhenti pas di depan kuburan.

Pemakaman ini disebutkan warga sekitar adalah tempat pemakaman umum (TPU). Di situ, sudah ada pelaku menunggu. Yang datang naik motor korban dan saksi mata.
Motor ditepikan ke pinggir. Korban yang diketahui bernama Malik Jusriadi, 17 tahun, berjalan menghampiri pelaku inisial SS, 15 tahun.

Sedangkan saksi bernama Harno menunggu di motor. Tak lama terdengar suara saling serang. Dilihatnya korban dan pelaku terlibat adu jotos. Diperkiran berlangsung 3 menit. Duel maut tidak dapat dielakkan. Pelaku terlihat memegang badik, korban hanya meladeni dengan tangan kosong.

Sejurus kemudian, korban tersungkur dan jatuh. Suara menahan sakit keluar dari mulut korban. Saksi yang mau melerai duel maut tersebut sudah terlambat. Ia malah sempat diserang hingga menderita luka terbuka.
Warga Desa Cendana Hijau, Kecamatan Wotu, Luwu Timur yang jadi Korban kena dua tusukan.
Satu luka di bagian dada sebelah kiri. Kedalaman lukanya 4 cm, satu luka tusukan lagi di bagian belakang sebelah kiri. Kedalamannya sekitar 5 cm.

Sedangkan Harno, saksi mata mengalami luka tusuk di bagian siku sedalam 4 cm. Luka itu didapatkannya saat mencoba melerai perkelahian tersebut. Korban sempat mendapatkan pertolongan medis di RSUD I Lagaligo Wotu, namun nyawa korban tak bisa diselamatkan. ”Mereka memang sudah janjian di situ. Saya diajak korban untuk jadi saksi. Mungkin mau berdamai. Tapi, nyatanya, mereka justru kelahi lagi,” kata saksi, di kantor polisi, kemarin.

Lanjut saksi, pelaku mengajak korban Malik bertemu di depan kuburan dengan maksud menyelesaikan persoalan.
Korban Malik mengiyakan. ”Saya lalu diajak. Kamipun boncengan menuju TKP,” kata saksi lagi. Kata Harno, duel maut terjadi pukul 01:00 Wita, dini hari.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Lutim, AKBP Leonardo Panji Wahyudi SIk. Diungkapkannya, petugas sudah melakukan penggalangan kepada orangtua pelaku agar menyerahkan anaknya. “Dari pendekatan yang dilakukan anggota, petugas berhasil mengamankan pelaku. Pelaku kita jemput di rumah neneknya di Dusun Pepuro, Desa Cendana,” kata kapolres AKBP Leonardo.

Menurut kapolres, dari hasil interogasi terhadap saksi dan pelaku, peristiwa yang disebutnya duel maut diawali kejadian hari Minggu 11 Maret 2018, pukul 23:00 Wita. ”Di situ, pelaku dan korban sudah cekcok. Baru sebatas perang mulut,” katanya.

Di situ, lanjut kapolres, pelaku kemudian mengajak korban Malik bertemu di depan kuburan dengan maksud menyelesaikan persoalanya. Di TKP, pelaku sudah menunggu. Diam-diam pelaku sudah menyiapkan sebilah badik. Tak banyak bicara, setelah keduanya bertemu, mereka langsung adu jotos. Badik yang dibawa pelaku langsung diarahkan ke tubuh korban dan saksi.
Korban Malik tewas.

Kata kapolres, motif di balik peristiwa yang melibatkan dua pelajar SMA ini masih terus didalami. Kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti, termasuk badik yang dipakai korban menikam korbannya. “Ini yang kami terus dalami. Apa motifnya. Kasus ini sudah kami tangani, saksi dan pelaku masih dalam pemeriksaan,” tandas kapolres. (krm/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top