Warga Rampoang Garap Anak Tiri – Palopo Pos
Kriminal

Warga Rampoang Garap Anak Tiri

* Sejak Umur 7 Tahun, Terkuak Saat Usia 19 Tahun

PALOPO-– Bejat dan biadab. Kalimat tersebut sangat pantas ditujukan pada Bapak inisial AA, (39) warga Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani tambak itu, tega menggarap anak tirinya inisial KA (19).

Perbuatan setan tersebut berlangsung selama 12 tahun. Bayangkan, sejak usia 7 tahun, ayah tirinya itu melakukan hubungan badan dengan anak kandung istrinya sendiri. Nanti terkuak saat KA berumur 19 tahun.

Perbuatan bejat lelaki tersebut terkuak setelah KA tak tahan lagi dengan perbuatan ayah tiri sehingga menyampaikan apa yang dialaminya ke salah satu tantenya.

Mendengar kabar mengejutkan yang keluar dari mulut perempuan yang sudah SMA kelas 3 itu, sang tante langsung melaporkan masalah tersebut ke Mapolres Palopo pada tanggal 7 Maret 2018.

Bapak tiri itu, menggerayangi anak tirinya ketika istrinya tidak di rumah. Di rumah tersebut, hanya mereka bertiga yang tinggal. Kabar tersebut sontak membuat warga Kelurahan Rampoang sontak kaget, bahkan langsung heboh.

Setelah mendalami kasus tersebut, dengan mengambil keterangan sang tante dan korban sebagai saksi disertai dengan hasil visum, polisi pun bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumahnya di Rampoang.

Penangkapan dilakukan saat pelaku sedang tertidur pulas bersama istrinya ibu dari korban, Senin, 12 Maret 2018, sekira pukul 02.30 Wita dini hari.
Informasi yang berhasil dihimpun Palopo Pos, menyebutkan perbuatan Bapak yang belum dikarunia anak bersama istri dari anak tirinya itu, sudah dilakukan sejak korban berusia tujuh tahun atau kelas 1 SD.

Sejak itulah perbuatannya itu berlangsung berkali-kali hingga korban berusia 19, pelaku masih juga menggerayanginya. Kelakuan Bapak tiri itu menyisakan trauma berat bagi putri yang lahir dari rahim istrinya itu.

“Saya hilaf pak. Sejak bocah saya menggauli anak tiri saya layaknya hubungan intim pasangan suami istri,” kata AA sambil tertunduk, saat diwawancarai Palopo Pos, di Mapolres Palopo, Senin, 12 Maret 2018.

Dalam wawancara singkat itu, pria yang mengenakan baju tahanan dan wajahnya ditutupi topeng, mengaku, dirinya mengancam korban akan mengusirnya dari rumah jika nafsu birahinya tidak dipenuhi. “Saya mengancamnya,” ucap AA singkat.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Palopo, Aiptu Nurdin, mengatakan kasus tersebut sementara ditangani. Menurut keterangan pelaku, kata Nurdin, korban selama 12 tahun tak berani melapor karena takut kepada bapak tirinya. Apalagi, pelaku merupakan tulang punggung keluarganya.

“Memang betul dinda, mereka hanya bertiga di rumah. Ibu korban sendiri baru mengetahui perilaku suaminya setelah ditangkap polisi,” ungkap Nurdin.

Ditanya sudah berapa kali pelaku menyetubuhi korban, Nurdin tampak menarik panjang nafasnya dan menjawab, dengan kalimat sudah tak terhitung lagi berapa kali AA mencicipi tubuh anak tirinya itu.

“Intinya. Karena tak tahan lagi, KA terpaksa menceritakan perbuatan bapak tirinya itu kepada tantenya, hingga pelaku dibekuk,” tutup Nurdin. (ded/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top