Siswi SMA Jual Siswi SMP ke Om-om – Palopo Pos
Kriminal

Siswi SMA Jual Siswi SMP ke Om-om

*Orangtua Korban Keberatan, Pelaku Dibekuk

PALOPO–Kasus exploitasi anak terjadi di Kota Palopo. Siswi SMA inisial PT (17), yang beralamat di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, tega menjual anak inisial EK (17) alamat Kelurahan To’bulung, Kecamatan Bara Kota Palopo, ke pria hidung belang, lebih tepatnya ke om-om.

Kasus tersebut dilaporkan orangtua korban dalam hal ini perempuan inisial MR (44) Ibu Rumah Tangga (IRT) warga To’bulung, ke Polres Palopo, Minggu 25 Maret 2018.

MR yang lebih tepatnya berdomesili di belakang Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Rampoang Kota Palopo, melapor ke bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Palopo, sekitar pukul 17.00 Wita, kemudian memperlihatkan laporan polisi LPB /103/III/2018/ SPKT, tanggal 25 Maret 2018, ke awak media.

Usai menerima laporan dari pelapor, pada hari itu juga polisi langsung bergerak dan menangkap PT yang sedang asyik beristirahat di salah satu rumah kosan di Palopo.

Dari keterangan MR yang dihimpun Palopo Pos, menyebutkan, dia (MR) baru mengetahui kalau, EK yang merupakan anak bungsunya dan masih menyandang status pelajar SMP di Palopo itu, dijual oleh PT ke om-om.

“PT ini mengajak anak saya EK keluar jalan, kemudian PT menawarkan korban kepada laki-laki hidung belang untuk di setubuhi sebanyak 1 kali dengan tarif senilai Rp300 ribu,” ucap ibu korban, usai melapor di Polres.

Atas kejadian tersebut dan merasa kebaratan, lanjut ibu korban, kemudian kasus tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwajib guna proses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya minya kasus ini diproses pak. Hukum pelakunya sesuai pelanggaran undang-undang yang telah ditetapkan,” ucap MR, sambil melihat kearah polisi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, membanarkan laporan terkait exploitasi seperti yang dilaporkan ibu korban ke Polres Palopo.

Dari hasil pemeriksaan saksi, terungkap hasil persetubuhan yang nilainya Rp300 ribu, pelaku mendapatkan keuntungan senilai Rp50 ribu, kemudian sisanya Rp250 ribu diserahkan ke korban.”Kasus ini sementara dalam proses di Mapolres Palopo.

Pelaku sudah kita tahan dan masih dalam pengembangan, mungkin saja ada pelaku lain,” tutup Ardy Yusuf.

Untuk diketahui, pengertian exploitasi sendiri, yakni pemanfaatan untuk keuntungan sendiri, bisa juga pengisapan atau pemerasan tentang tenaga orang dan atas diri orang lain merupakan tindakan yang tidak terpuji. (ded/him)

Click to comment

Most Popular

To Top