Kepala Dibenturkan, Leher Dicekik Kawat – Palopo Pos
Utama

Kepala Dibenturkan, Leher Dicekik Kawat

* Pembunuhan Pemilik Toko Inti Sari, Jalan Durian

PALOPO — Pembunuhan dengan cara sadis terjadi. Kali ini terjadi di Rumah Toko (ruko) Inti Sari, Jalan Durian (jalur dua) Blok C nomor 4 Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara Kota. Korban atas nama Recky Gozal (60), tak lain adalah pemilik toko fesyen tersebut.

Kejadian ini sontak membuat warga heboh dibuatnya. Korban ditemukan aparat Polres Palopo didalam rukonya setelah sebelumnya harus berusaha membongkar paksa pintu ruko yang terkunci rapat.

Pembongkaran paksa pintu ruko inilah yang menarik warga sekitar. Banyak yang berdiri melihat ada apa gerangan. Namun, kepolisian langsung memasang garis polisi (police line) untuk memberikan ruang gerak bagi aparat bekerja.

Diketahui, korban (Recky Gozal,red) sekaligus pemilik Ruko Inti Sari berstatus belum kawin dan tinggal seorang diri didalam tokonya.

Korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Banyak darah yang mengalir disekitar tubuh korban. Dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dibagian leher terdapat tanda seperti gorokan benda tajam yang diduga kuat korban telah dibunuh.

Awal mula diketahui peristiwa tersebut, dari keterangan Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Dangerakko, Udin, kalau sekitar pukul 15.00 Wita, dia (Udin) menerimah telepon dari kemanakan korban yang ada di Makassar. Keponakan korban itu, menanyakan toko pamannya yang diketahuinya beberapa hari terakhir tidak terbuka.

“Tak lama kemudian setelah menerima telepon, saya mengecek toko korban bersama Lurah Dangerakko. Dari balik celah pintu Ruko, kami sempat melihat ada percikan darah di lantai. Saat itu juga kami melaporkan ke Polres Palopo,” ucap Udin di lokasi penemuan mayat.

Selang beberapa menit kemudian, sekira pukul 15.30 Wita, anggota Polres Palopo dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, tiba di TKP kemudian memasang pembatas atau garis polisi (police line, red) diareal lokasi ruko.

Setelah itu, masih kata Udin, pihak yang berwajib berusaha membuka pintu ruko yang saat itu terkunci rapat.

Setelah pintu terbuka ditemukan korban di dalam rumah yang sudah bersimbah darah dengan bekas gorokan di leher.

Diduga kuat insiden berdarah itu merupakan pembunuhan secara berencana oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

“Sekitar pukul 17.00 Wita korban langsung dibawa ke RSU Sawerigading Rampoang untuk dilakukan visum,” terang Udin.

Informasi yang diperoleh dari pemilik Toko Tunas Baru yang tak lain tetangga ruko korban yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa, Kamis malam, 12 April 2018, sekitar pukul 22.00 Wita melihat ada orang dari lantai dua rumah korban melompat dan langsung melarikan diri.

“Korban selama ini juga hanya tinggal sendiri dan belum pernah berkeluarga,” tutur pria bermata sipit itu.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf menjelaskan, jenazah tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Dugaan ini didasari oleh adanya beberapa luka di bagian kepala serta kondisi leher yang terlilit tali.

“Pada bagian kepala terdapat dua luka serius akibat dibenturkan ke tembok dan lehernya dililit tali kawat,” jelas Ardy.

Kendati demikian, masih kata Ardi pihaknya belum bisa memastikan motif di balik dugaan pembunuhan itu. Sebab polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP, termasuk memeriksa sejumlah saksi.

“Kami belum bisa memastikan motifnya apa. Hingga saat ini kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan beberapa barang bukti,” jelas Ardy.

Hingga berita ini terbit, aparat Polres Palopo masih terus mengumpulkan bukti-bukti tentang siapa pelaku, sehingga segera dapat ditangkap. (ded/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top