Padi Vaerietas Baru Hasilkan 10,8 Ton/Ha – Palopo Pos
Ekonomi

Padi Vaerietas Baru Hasilkan 10,8 Ton/Ha

* Asisten II Pemkot Panen Perdana di Mungkajang

PALOPO— Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Palopo, Taufiq melakukan panen perdana padi varietas baru di demplot Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mungkajang, Palopo, Jumat, 13 April 2018.

Varietas yang diberi nama “impari 30″ ini menghasilkan gabah 10,8 ton per hektar. Varietas yang dipakai selama ini hanya mampu menghasilkan 8 ton per hektar.

”Ini baru pertama kali kita ujicoba di Palopo. Ditanam pekan kedua Januari 2018 lalu, panen pekan dua April. Sekira 110 hari baru panen. Ke depan kira sarankan kepada petani Palopo untuk menggunakan bibit varietas impari 30,” terang Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan Palopo, Harisman SP pada panen perdana yang dirangkai syukuran.

Kadis Ketahanan Pangan Drs Tono, Kepala BPP Mungkajang Iswari Gunarti Ningsih, empat Lurah se Kec. Mungkajang, Ketua KTNA Mungkajang, dan sejumlah petani, juga hadir pada panen perdana ini.

Hanya saja, tambah Iswari, karena baru tahap uji coba sehingga belum semua petani menggunakan varietas terbaru tersebut pada musim tanam kali ini. Luas lahan persawahan di Kec. Mungkajang seluas 57 hektar, semua tertanami padi.

Jika rata-rata per hektar menghasilkan 7-8 ton, maka pada musim tanam ini, Mungkajang menghasilkan 399 ton hingga 450 ton. Kalau dijual dengan harga Rp4.700 per kg, bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp2 miliar.

Keunggulan varietas inpari 30 yakni, produksi tinggi, tahan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit, tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida (semua dari pupuk organik) sehingga terhindar dari pencemaran lingkungan.

Anakan/batang dalam satu rumpun lebih banyak yakni 30-38 batang. Varietas lain hanya 12 batang dan paling tinggi 20 batang. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top