Banyak Tambang Galian C Ilegal – Palopo Pos
Luwu Utara

Banyak Tambang Galian C Ilegal

*Pemerintah Dinilai Tutup Mata

MASAMBA — Tambang galian golongan C di Kabupaten Luwu Utara tenyata banyak tidak memiliki izin alias ilegal.

Pemerintah setempat sepertinya tutup mata melihat aktifitas ilegal yang ada di wilayahnya tersebut. Padahal hampir semua sungai besar di Luwu Utara seperti Sungai Rongkong, Sungai Masamba, Sungai Baliase, dan Sungai Kanjiro terdapat aktifitas penambangan.

Termasuk perusahaan besar yang membangun Jaringan Irigasi Bendung Baliase PT Brantas diduga melakukan penambangan tanah Urug secara ilegal di zona Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Masamba di jalan lingkar utara Kecamatan Masamba.

Menurut anggota DPRD Luwu Utara, Sudirman Salomba, di Luwu Utara hanya ada 12 pemilik tambang galian golongan C yang memiliki izin resmi.
Namun dalam prakteknya, sebut Sudirman, lebih banyak yang tidak mengantongi izin pertambangan melakukan aktivitas penambangan.

Contohnya di Sungai Kanjiro Kecamatan Bonebone terdapat penambang ilegal. Mirisnya, salah satu pemegang izin tambang di wilayah Sungai Kanjiro, tidak mampu berbuat apa-apa. Padahal mereka tahu bahwa oknum melakukan penambangan tidak memiliki izin.

Sudirman Salomba meminta Pemkab Luwu Utara melalui Satpol-PP turun ke lokasi tambang melakukan penertiban dan penegakan Perda.
”Dan bagi penambang ilegal tanpa Izin, harus dihentikan pengoperasiannya sambil menyarankan untuk mengurus izin terlebih dahulu.

Karena jika hal tersebut dibiarkan, maka daerah akan dirugikan. Daerah akan kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang pertambangan, karena penambang ilegal sudah pasti tidak memiliki karcis retribusi,” paparnya.

Penambangan diduga Ilegal juga terjadi di Sungai Rongkong, khususnya di hulu sungai di Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang.
Mantan anggota DPRD Luwu Utara, Andi Suryadi mengaku heran aktivitas tambang ilegal di Tulak Tallu terus berjalan.

“Saya meminta pemerintah turun tangan menghentikan aktifitas tambang Ilegal di Sungai Rongkong,” tegas Andi Suryadi kemarin.

Sementara itu, Camat Sabbang, Nuralim mengaku tidak punya kewenangan menegur apalagi menyetop penambangan di Sungai Rongkong. Menurutnya kewenangan tentang pertambangan sudah ada pada Dinas Pertambangan Provinsi.
“Jadi bukan kewenangan Pemerintah Luwu Utara, makanya kami takut ke lokasi tambang, jangan sampai terjadi apa yang tidak diinginkan,” jelasnya saat dikonfirmasi kemarin. (mah/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top