Bulog Beli Gabah Rp4.070 per Kg – Palopo Pos
Ekonomi

Bulog Beli Gabah Rp4.070 per Kg

PALOPO— Memasuki musim panen gabah yang terjadi di Kota Palopo dan Luwu Raya. Perum Bulog Sub Divre Palopo tetap melakukan pembelian gabah petani. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2015, tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah.

Dari peraturan pembelian Bulog terhadap gabah yang kadar airnya antara 25-30 persen. “Kami tetap lakukan pembelian gabah petani walau kondisinya kurang baik,” ucap Kepala Bulog Sub Divre Palopo, Lutfi Said kepada Palopo Pos, Senin, 16 April 2018 kemarin.

Dikatakannya lagi, kadang juga ada petani yang memang tidak mau menjual gabahnya kepada Bulog. Karena dianggap pembeliannya lebih murah dari pada tengkulak atau pihak lainnya. Padahal, pihak Bulog membeli dengan harga Rp3.700 bahkan dengan flexibilatas harga yang diberlakukan pemerintah bisa membeli sampai harga Rp4.070 jika kualitasnya bagus.

“Dengan flexibilatas harga yang diberikan pemerintah saat ini sekitar 10 persen dari harga normal yaitu Rp3.700 naik menjadi Rp4.070,” ujarnya.
Lanjut dikatakan Lutfi Said, bahwa berdasarkan atas Inpres tersebut pembelian gabah saat ini yaitu untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp3.700 hingga Rp4.070 perkilogram. Begitu juga untuk pembelian beras sebesar Rp7.300 hingga Rp8.030 perkilogram.

Inpres tersebut dikeluarkan untuk menjaga stabilisasi ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani, dan stabilitasi harga beras. Melalui Inpres tersebut Presiden menegaskan, pelaksanaan pengadaan melalui pembelian gabah/beras oleh pemerintah dilakukan oleh Perum Bulog.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan jajaran menteri terkait untuk menetapkan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga beras dalam negeri.
“Jika menyinggung soal stok kami saat ini digudang masih bisa bertahan hingga bulan mei. Namun jika pembelian gabah ke petani terus kami lakukan tentu stok akan terus bertambah,” tandasnya.

Perlu diketahui, Bulog hanya menyerap 10 sampai 15 persen hasil panen tiap petani jika melakukan penjualan kepada Bulog. Dilakukan langkah seperti itu karena Bolug juga punya keterbatasan penyimpanan. Tidak mungkin semua gabah petani tiap panen harus dibeli semuanya.(udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top