Kades Parekaju Divonis Percobaan 4 Bulan – Palopo Pos
Kriminal

Kades Parekaju Divonis Percobaan 4 Bulan

*Anzar Pandaka: Kalau Terbukti Harus Dipecat

PALOPO — Pengadilan Negeri (PN) Palopo menjatuhkan vonis terhadap Karim (60), Kepala Desa (Kades) Parekaju, Kecamatan Ponrang, Kab Luwu. Terdakwa dihukuman dua bulan dengan masa percobaan empat bulan. Selain itu, terdakwa dikenakan denda sebesar Rp1 juta subsider 1 bulan penjara.

Sidang putusan ini diketuai hakim ketua Arief Winarso SH, didampingi Erwino M Amahorseja SH dan Heri Kusmanto SH, berlangsung di ruang sidang utama Kusuma Atmadja, Senin 16 April 2018 lalu.

Dipersidangan terdakwa atas nama Karim bersalah sesuai dalam pasal 188 junto pasl 71 ayat 1 UU nomor 10 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 1 tahun 2015. Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2014, tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota menjadi UU.

“Manjatuhkan pidana kepada terdakwa yaitu hukuman selama dua bulan dengan masa percobaan selama empat bulan. Dengan artian terdakwa selama masa hukuman tidak dilakukan penahanan, akan tetapi tidak boleh melanggar kembali dalam masa percobaan tersebut,” papar hakim.

Sedangkan pada sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) Ardiansyah SH menuntut terdakwa dengan pidana selama dua setengah bulan. “Dengan putusan tersebut kami tidak menyatakan keberatan karena sudah dianggap sesuai dengan perbuatannya,” paparnya.

Karim ditengarai ikut serta dalam pertemuan atau silaturahmi salah satu calon gubernur nomor urut 3 yaitu Prof Nurdin Abdullah. Pertemuan itu dilakukan disalah satu rumah warga.

Dijelaskan jaksa, bahwa terdakwa yang merupakan Kepala Desa Parekaju telah melanggar aturan pilkada yaitu netralitas ASN. Dimana terdakwa menghadiri acara silaturahmi atau kampanye dialogis salah satu calon gubernur Sulsel nomor urut 3. Walaupun saat itu terdakwa tidak diundang secara khusus oleh tim dari calon.

Akan tetapi, terdakwa dipanggil datang karena ada salah satu keluarganya menelpon bahwa salah satu calon gubernur akan melakukan silaturahmi di jalan Tumale, Lingkungan Idaman, Kelurahan Padang Subur, Kecamatan Ponrang. Sehingga terdakwa datang mengadiri acara silaturahmi tersebut.

Saat berada dilokasi, terdakwa terlihat menggunakan atrubut Kepala Desa dengan menggunakan topi yang bertuliskan Kepala Desa Parekaju. Selain itu, terdakwa juga duduk dekat dengan calon gubernur saat tengah melakukan orasi tentang visi misinya kepada warga setempat.

Walaupun sebesarnya terdakwa selama acara berlangsung hanya duduk saja mendengarkan apa yang disampaikan oleh calon gubernur tersebut. Dengan kehadiran Kepala Desa tersebut merupakan perbuatan yang dapat memberikan keuntungan ataupun kerugian kepada calon gubernur.

Harus Dipecat

Anggota DPRD Luwu Ansar Pandaka menegaskan kepala desa (Kades) yang terlibat melakukan kampanye akan dipecat jika terbukti di pengadilan melakukan kampanye salah satu calon gubernur Sulsel.

“Kalau terbukti harus dipecat, ini diatur dalam perda yang kebetulan saya adalah pansusnya. Hal ini juga sudah ada dalam undang-undang desa. Tidak berdomisili saja di desa dapat diberhentikan, apalagi kalau kadesnya ikut kampanye dan terbukti dipengadilan, maka pemerintah daerah harus memproses ini, ” ujar Ansar Pandaka, Selasa 17 April kemarin.

Dirinya berharap agar apa yang menimpa kades parekaju dan divonis bersalah menjadi pelajaran bagi kepala desa, Ia meminta untuk hati-hati dalam mengambil sikap terkait pemilihan kepala daerah.

“Sebaiknya kepala desa jangan terlibat pelanggaran, sebab sanksinya tegas. Bisa berupa administrasi bisa juga pemecatan. Jadi hal ini tentu harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar poltisi asal partai Hanura itu. (udy-fan/him)

Click to comment

Most Popular

To Top