Bekerja Ikhlas Membantu Warga Tak Mampu – Palopo Pos
FEMALE

Bekerja Ikhlas Membantu Warga Tak Mampu

Nasmasriati S.Tr. Keb
Bidan Puskesmas Mangkutana

Bidan cantik Nasmasriati yang dikenal dengan panggilan Ibu Bidan Nur bak pahlawan bagi masyarakat tidak mampu di daerah Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.

Pasalnya, Ibu Bidan Nur paling gemar membantu melahirkan ibu-ibu hamil dari kalangan tidak mampu. Dengan tidak memungut biaya persalinan.

Selain menggratiskan persalinan ibu hamil, Bidan Nur juga memiliki kebiasaan menyambangi warga tidak mampu termasuk janda-janda yang ada di desanya sambil membagikan sembako.

“Memang kalau klinik saya disini gratis biaya bersalin. Ini saya lakukan demi semata-mata membantu ibu hamil melahirkan,” kata Bidan Nur kepada Palopo Pos baru-baru ini.

Ibu tiga anak ini mengaku mengratiskan biaya bersalin untuk ibu hamil itu dimulai sejak tahun 2010. Saat ditanyakan, alasan menggratiskan biaya bersalin karena ada rasa iba, kasihan melihat keluarga tidak mampu harus terbebani biaya melahirkan.

“Di klinik dulu itu biayanya masih bayar Rp500 ribu, itu sebelum tahun 2010. Karna banyak pasien tidak ada uangya, saya kemudian tersentuh dan mulai itu saya mulai menjual pakaian batik dan barang campuran lainnya. Dari hasil jualan itu saya pakai beli obat, dari situ saya mulai gratiskan biaya persalinan,” beber Bidan Nur yang juga bertugas di Puskesmas Mangkutana.

Di sisi lain, kata Bidan Nur, selain menggratiskan biaya persalinan, ia setiap bulannya menyambangi warga tidak mampu khususnya janda-janda yang ada desa sambil membawakan sembako.

“Kebiasaan saya itu dari amanah orang tua angkat saya dan itu sudah jadi nazar saya sejak dulu untuk membatu orang yang tidak mampu,” katanya.

Diceritakan Bidan Nur, awal mengenyam pendidikan ditingkat Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) itu dibiayai oleh orang tua angkatnya, Alm Pastor. Frank Bahrun. Pr.

Diawal pendidikanya itu, orang tua angkatnya sudah memberikan pesan dan amanah untuk membantu orang yang tidak mampu.

“Pesannya kala itu, jangan tinggalkan Desa Kasintuwu, bantu orang yang tidak mampu apa yang bisa kamu lakukan, jangan kamu pikir uang, rejeki dibelakang tapi yang kamu utamakan pelayananamu, itu ji tujuannya saya kasi sekolah kamu. Dari yang mampu harus bantu orang yang tidak mampu,” kenang Bidan Nur.

Setelah menjalankan amanan tersebut, kata Nur, dia merasah senang, terlebih orang yang dibantui itu orang yang memang membutuhkan uluran tangan.

“Kalau kita tolong orang yang menderita itu, balasnya akan berlipat, kalau tidak dicium pasti dipeluk, kayak bebas dari penderitaanya dan melihat itu kita juga merasa puas dan hati terasa tenang,” ungkapnya.

Disisi lain, juga doakan sampai rejeki kita dan didoakan anak kita sehat se keluarga.”Itu semua bahasa yang keluar dari orang yang kita bantu, itu skarang jadi proritas saya,” tutupnya. (krm/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top