Akses Jalan ke Wisata Pakalolo Rusak – Palopo Pos
Luwu

Akses Jalan ke Wisata Pakalolo Rusak

*Wisatawan Mengeluh, Juga Keluhkan Pemindahan Bebatuan

BUA — Jelang bulan suci Ramadan, wisatawan baik dari kabupaten Luwu maupun dari daerah tetangga terus memadati objek wisata permandian Sungai Pakalolo yang berlokasi di Kecamatan Bua. Hanya saja, sebagian wartawan mengeluhkan akses jalan masuk di lokasi permandian tersebut karena rusak parah.

Alauddin, salah seorang warga Kecamatan Ponrang, yang ditemui harian ini lokasi permandiang sungaai Pakalolo, Minggu 13 Mei kemarin mengungkapkan, bahwa dirinya bersama keluarga sangat menyukai permandian Sungai Pakalolo, dan menyambut bulan suci Ramadan keluarga sengaja datang rekreasi.

“Permandian Sungai Pakalolo ini sangat bersih airnya dan sangatasri kondisi alamnya. Sehingga setiap liburan kami kemari untuk rekreasi. Kami sangat menyukai tempat ini,” kata Alauddin.

Hanya saja, lanjut Alauddin, pihaknya menyayangkan Pemkab Luwu khususnya dinas terkait yang kurang perhatian terhadap objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan ini, khususnya akses jalan yang rusak parah untuk menuju ke lokasi permandian.

“Wisatawan itu akan senang mengunjungi sebuah objek wisata apabila akses ke lokasi tersebut mudah dan nyaman dijangkau. Tetapi yang terjadi saat ini akses jalan ke Sungai Pakalolo, mulai masuk lorong dari jalan poros trans Sulawesi hingga ke lokasi permandian sungai Pakalolo kondisinya rusak parah, sehingga kami tidak nyaman.

Seharusnya dinas PU jauh hari sudah membenahi jalan ini, karena ini jalan masuk ke sebuah objek wisata yang bisa dikembangkan untuk meraih PAD, ” ucap Alauddin.

Sementara itu, Hardin, salah seorang pengunjung asal Kota Palopo mengatakan, dirinya senang ke Sungai Pakalolo yang airnyajernih dan kondisi alam masih asri.

Hanya saja, Sabtu lalu saat ke sungai Pakalolo untuk rekreasi, ternyata ada alat berat excavator yang melakukan aktivitas pemindahan bebatuan di sekitar lokasi Sungai Pakalolo.

“Saya tidak tahu excavator itu mau menata dan membenahi lokasi permandian sungai Pakalolo atau apa, tetapi yang terjadi adalah bebatuan yang ada di badan sungai Pakalolo itu disingkirkan, seharusnya bebatuan ini dibiarkan saja karena itulah keasrian dan ciri khas sungai Pakalolo.

Semoga saja pemindahan bebatuan besar itu bukan aktivitas tambang galian C yang bisa merusak ekosistem di sungai Pakalolo. Sebab jika itu terjadi maka ini akan merugikan masyarakat setempat dan pemerintah Kabupaten Luwu,” ujar Hardin.

Dari pantauan harian Palopo Pos, di lokasi sungai Pakalolo, banyak berdiri semacam gazebo berukuran kecil. Hanya saja masih dibuat seadanya dan itu dibuat oleh masyarakat. Saat sekarang ini, gazebo kecil yang biasanya disewakan dengan harga Rp 35 Ribu-Rp 50 ribu perunit. Namun sejak menyambut bulan suci Ramadan harga sewa dinaikkan penduduk setempat dari Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu perunitnya. (and/him)

Click to comment

Most Popular

To Top