Sebagian Lahan Dikuasai Perusahaan Lain – Palopo Pos
Luwu Utara

Sebagian Lahan Dikuasai Perusahaan Lain

*Terkait Rencana Kebun Kopi Percontohan di Seko

MASAMBA — Kepala Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu, Ari Setiawan, S.STP mengatakan bahwa Seko memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan budidaya tanaman kopi.

Hanya saja, sebagian besar wilayahnya masih dikuasai perusahaan lain yakni PT. Seko Fajar Plantation melalui Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU).

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Ir.Agus Lambong menyebutkan bahwa potensi pengembangan tanaman kopi di Seko tidak kalah dari daerah di Jawa Barat.

Namun masih ada beberapa kendala terkait pengembangan budidaya tanaman kopi, seperti infrafratruktur yang masih minim, adanya lokasi yang sebagian besar masih dikuasai oleh PT. Seko Fajar Plantation.

“Seperti yang disebutkan camat Seko, bahwa benar sebagian lokasi dikuasi perusahaan tersebut,” kata Agus, Minggu 13 Mei kemarin.

Terkait rencana PT Kapal Api Global untuk melakukan percontohna budidaya tanaman kopi, Kadis TPHP menyarankan kepada pihak PT Kapal Api Global untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat khususnya mengantisipasi pasca habisnya masa berlaku Sertifikat HGU PT. Seko Fajar Plantation.

Terpisah, Kadis PMPTSP Kab. Luwu Utara Ahmad Jani, ST memaparkan bahwa terkait dengan rencana PT Kapal Api Global untuk membangun kebun kopi di Kec. Seko, agar nantinya tidak terjadi tumpang tindih penggunaan lahan, maka ada bebrapa hal yang harus diperhatikan yaitu Memperhatikan kawasan yang menjadi lokasi pemegang izin yang sudah ada di kec. Seko, dengan berpedoman pada titik koordinat masing-masing lokasi izin tersebut, Memperhatikan lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung dan konservasi, dan Memperhatikan lokasi yang merupakan Tanah Adat.

Sehingga sebelum dilakukan kegiatan agar kawasan tersebut terlebih dahulu disterilkan sehingga nantinya bebas dari tumpang tindih. Untuk menentukan masing-masing kawasan tersebut harus dengan berpatokan pada titik koordinat, sehingga nantinya dapat diketahui mana kawasan yang tidak masuk dalam 3 kriteria tersebut yang dapat dimanfaatkan oleh PT. Kapal Api Global dalam membuat kebun kopi percontohan.

Sebelumnya, terungkap ekpose rencana pembukaan kebun kopi percontohan oleh PT. Kapal Api Global. Asisten Administrasi Drs Kasrum menyambut baik kehadiran PT Kapal Api Global untuk berinvestasi di Kabupaten Luwu Utara khususnya pada bidang budidaya tanaman kopi dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

Menurutnya setiap investor yang masuk ke Luwu Utara akan disambut dengan baik, karena kehadiran mereka tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelum menutup rapat, Asisten Administrasi Umum Kasrum menyarankan kepada semua peserta rapat untuk melakukan tiga hal yaitu diharapkan kepada DPMPTSP untuk membentuk Tim yang terdiri dari SKPD teknis untuk melakukan pemantauan/survey lokasi , kemudian pelaksanaan survey lokasi untuk menentukan lokasi di wilayah Seko yang tidak termasuk dalam penguasaan oleh pihak lain yang nantinya direkomendasikan untuk digunakan oleh PT. Kapal Api Global. Hasil survey lokasi akan dipaparkan (ekspose) dihadapan Pimpinan Daerah Kab. Luwu Utara untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya.

Kasrum mengingatkan bahwa Pemerintah Daerah sangat menyambut baik keinginan PT. Kapal Api Global untuk berinvestasi di Kab. Luwu Utara. Oleh karena itu Pemerintah Daerah akan berupaya untuk memberikan kemudahan-kemudahan sepanjang hal tersebut sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.
Sementara itu Direktur PT. Kapal Api Global Djoni Halim memaparkan bahwa PT Kapal Api Global merupakan salah satu perusahaan utama (market leader) kopi diIndonesia, dimana sekitar 60% bisnis kopi dikuasai oleh mereka.

Namun akhir-akhir ini ada kekhawatiran yang timbul yaitu terjadinya penurunan produktivitas kopi di Indonesia, sementara disisi lain konsumsi kopi oleh masyarakat Indonesia semakin meningkat. Sehingga untuk mengatasi hal ini, PT Kapal Api Global senantiasa mencari daerah-daerah yang potensial untuk pengembangan Budidaya Tanaman Kopi dan salah satu daerah tersebut adalah Seko.

Oleh karena itu PT Kapal Api Global berencana untuk membuka kebun kopi percontohan di Seko dengan luas 10 – 20 Ha dengan membangun kemitraan dengan masyarakat pemilik lahan.

Dimana system kemitraan tersebut dapat dilakukan dengan system sewa atau bagi hasil, tergantung dari keinginan masyarakat nantinya di Seko. (jun/him)

Click to comment

Most Popular

To Top