Agar tak Berpolemik, Datu Luwu Jelaskan Pernyataan  Judas Amir – Palopo Pos
Utama

Agar tak Berpolemik, Datu Luwu Jelaskan Pernyataan  Judas Amir

PALOPO — Yang Mulia (YM) Datu Luwu, La Maradang Mackulau Opu To Bau menginginkan pilwalkot Palopo berjalan damai dan lancar.

Untuk itu, YM Datu Luwu langsung turun tangan menjaga situasi di Kota Palopo tetap tenang dan aman. Adapun pasca polemik yang terjadi didebat publik kedua Pilwalkot Palopo, Selasa 8 Mei 2018, lalu. Dimana, calon wali kota Palopo, HM Judas Amir memberikan tanggapan atas pernyataan dari cawalkot Akhmad Syarifuddin tentang kata raja. Dimana HM Judas meluruskan pernyataan tentang keberadaan raja di Indonesia saat ini.

Dalam rilisnya diterima Palopo Pos, Selasa 15 Mei 2018 yang dibuat dari Jakarta, YM Datu Luwu menjelaskan, dalam debat tersebut YM Datu Luwu turut hadir sebagai undangan dan mengikuti semua proses debat tersebut.

Keesokan harinya bapak HM Judas Amir bersilaturahim ke Istana Kedatuan Luwu. “Saya dengan beberapa anggota dewan adat menyambut beliau. Dan beliau dalam kesempatan tersebut menjelaskan secara rinci maksud dari perkataan beliau,” kata YM Datu dalam rilisnya.

Dijelaskan YM Datu Luwu, bahwa yang dimaksud dengan tidak adanya raja lagi di Luwu dan NKRI dengan mengacu pada UU Nomor 22 1948, adalah bahwa dalam sistem ketata negaraan RI sejak kemerdekaan NKRI tidak lagi menganut sistem pemerintahaan kerajaan.

Adapun, peran Datu Luwu dalam sistem ketatanegaraan tersebut harus ditempatkan pada porsinya sebagai pengayom, orang tua, dan pemangku kebudayaan, serta tatanan adat yang wajib dihormati, dimuliakan, serta dijaga martabatnya oleh segenap masyarakat Tanah Luwu.

Dalam kaitan tersebut, lanjut YM Datu bapak HM Judas Amir memiliki 10 program dibidang pemajuan kebudayaan yang sayangnya tidak sempat disampaikan dalam debat tersebut mengingat waktu, sehingga penyampaian beliau menjadi tidak utuh dan terpotong.

“Atas penjelasan beliau tersebut, saya (YM Datu Luwu,red) sampaikan kepada beliau, sangat memahami maksud dan berterima kasih atas rencana program beliau tentang pemajuan kebudayaan dan Kedatuan Luwu kedepan. Kami secara ikhlas telah saling memberi maaf-memaafkan bila dalam debat tersebut terjadi kesalahpahaman,” kata YM Datu Luwu.

Untuk itu, kata YM Datu memohon pada bapak HM Judas Amir untuk menjelaskan secara terbuka program kebudayaan beliau di media. Demikian pula hasil pertemuan sewaktu di Istana.

Pertemuan di DPRD

Dalam unjuk rasa dari Aliansi Wija To Luwu, Jumat 11 Mei 2018, lalu, YM Datu turut hadir dalam pertemuan bersama DPRD Kota Palopo.

Usai penyampaian pokok-pokok sikap masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Wija To Luwu, YM Datu Luwu menyampaikan dan menghimbau kepada masyarakat, agar dalam menyampaikan sikapnya dilakukan secara bermartabat sesuai dengan Tatanan Adat Luwu.

Selanjutnya, memohon kepada pimpinan dewan untuk menyikapi pokok-pokok pernyataan sikap masyarakat dengan meneruskan kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan kewenangan DPRD.

Maka berdasarkan hal-hal tersebut diatas, dan demi menjaga keutuhan, kedamaian, dan persaudaraan sesama warga Kota Palopo. Dengan ini YM Datu Luwu menghimbau agar segenap masyarakat, para tokoh-tokoh masyarakat adat, dan para petinggi kota palopo, agar tidak ada lagi tindakan unjuk rasa yang mengatas namakan Kedatuan Luwu dan masyarakat Adat Tana Luwu.

Agar perwakilan masyarakat segera menyampaikan surat kepada DRPD Kota Palopo sebagai wakil rakyat untuk menanyakan tindak lanjut dari pernyataan sikap masyarakat yang telah disampaikan oleh wakil-wakil mereka dihadapan pimpinan DRPD Kota Palopo.

Terakhir, memohon dengan penuh rasa tanggung jawab dan demi keutuhan Tanah Luwu agar didalam menyelesaikan suatu masalah, masyarakat Kota Palopo melakukannya dengan cara-cara bermartabat, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan dan ketertiban umum.

“Tapada Salama” tutup YM Datu Luwu dirilisnya.(idr)

Click to comment

Most Popular

To Top