BNI Estimasi Rp2,5 Miliar Uang Kartal – Palopo Pos
Ekonomi

BNI Estimasi Rp2,5 Miliar Uang Kartal

*Selama Ramadan dan Jelang Lebaran

PALOPO–-Bank BNI cabang Palopo yang membawahi Luwu Raya dan Toraja, tengah mempersiapkan kebutuhan uang kartal dalam bulan ramadan dan menjelang lebaran tahun 2018 ini. Mengingat antusias nasabah yang ingin menukarkan uang lama ke uang baru dalam pecahan kecil.

“Estimasi kami di tahun ini akan menyiapkan sebesar Rp2,5 miliar uang kartal pecahan kecil mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu hingga Rp20 ribu,” terang Kepala Cabang BNI Palopo, Iqzal Anwar melalui Penyelia Pemasaran CR, Sri Harti kepada Palopo Pos, Selasa, 15 Mei 2018 kemarin.

Lanjutnya, estimasi Rp2,5 miliar tersebut memang saat ini belum terealisasi. Karena terlebih dulu pihak bank akan melakukan permintaan ke Bank Sulselbar sebagai kas titipan Bank Indonesia (BI). “Yang pasti kebutuhan tahun ini akan meningkat dari tahun kemarin. Dan pembagian uang kartal itu biasanya pada pertengahan puasa atau 2 minggu sebelum lebaran,” ujar Sri.

Nantinya, jika jumlah tersebut disetujui maka Bank BNI cabang Palopo akan membagikan ke 10 outlet diantaranya, Bank BNI cabang Palopo, BNI KCU Palopo, Bank BNI KCP Belopa, Makale, Toraja Utara, Masamba, Bone-bone, Tomoni, Malili, dan Sorowako.

“Satu outlet akan mendapatkan Rp280 juta uang kartal yang terbagi dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Pengalaman tahun lalu semua persediaan uang pasti habis bahkan masih ada yang ingin menukar,” sebutnya.

Jika dibandingkan tahun 2017 lalu, kenaikan tahun ini sangat signifikan jika memang terealisasi. Dimana tahun lalu jumlah uang kartal yang diterima sebesar Rp540 juta dalam pecahan kecil. Tiap outlet mendapatkan sebesar Rp60 juta.

“Yang pasti jika jumlah yang kami minta itu bisa disetujui oleh Bank Sulselbar, maka otomatis kenaikannya cukup tinggi dari tahun lalu,” tandasnya.

Sri Harti menekankan, selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan permintaan uang pecahan kecil. Pelbagai strategi yang dilakukan juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bertransaksi serta meminimalkan aksi “pedagang uang” yang biasanya muncul pada bulan Ramadan.

“Dengan penyediaan uang baru dalam bulan puasa dan jelang lebaran di tiap-tiap bank, menjadi salah satu solusi mengurangi kecurang terjadinya perdagangan uang baru secara bebas di masyarakat,” tutupnya. (udy)

Click to comment

Most Popular

To Top