Zakat Fitra Tertinggi Rp35 Ribu – Palopo Pos
Luwu

Zakat Fitra Tertinggi Rp35 Ribu

*Terendah Rp28 Ribu

BELOPA –– Memasuki bulan suci Ramadan 1439H/2018 M akan menjadi momentum bagi umat muslim untuk menunaikan zakat fitrah dan berinfaq. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu, Selasa 15 Mei kemarin telah menetapkan besaran zakat fitrah dan infaq rumah tangga muslim (IRTM).

Sekda Luwu H Syaiful Alam SE, MM, didampingi Ketua Baznas Luwu, HM Saleh K, dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu HM Jufri, MA memimpin rapat penetapan besaran zakat fitrah dan IRTM untuk tahun 2018 di ruang rapat operation Sekda kantor Bupati Luwu.

Dalam rapat yang dihadiri sejumlah Kepala Kantor Urusan Agama yang juga unit pengumpul zakat (UPZ) Baznas Luwu tersebut disepakati besaran zakat fitrah tahun ini sedikit berbeda dari tahun 2017 lalu, dimana tahun ini besaran zakat fitrah ditetapkan dalam dua tingkatan.

“Tahun lalu penetapan zakat fitrah disepakati tiga tingkatan sesuai konsumsi beras umat muslim/muslimah. Untuk tahun ini zakat fitrah kita sepakati hanya dalam dua tingkatan, yaitu zakat fitrah tertinggi sebesar Rp35 Ribu dan yang terendah sebesar Rp28 Ribu, ” ungkap Syaiful Alam.

Sementara untuk Infaq Rumat Tangga Muslim (IRTM), untuk setiap kepala keluarga untuk Ramadan 1439 H ini disepakati sebesar Rp30 ribu, sama dengan tahun sebelumnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Luwu Drs HM Saleh K, mengatakan, penetapan besaran zakat fitrah dan IRTM yang disetujui bersama Baznas Luwu dan Pemkab Luwu ini juga diiringi dengan kesepakatan pembagian persentase distribusi zakat fitrah dan IRTM.

“Untuk zakat fitrah sebanyak 80 persen tinggal di desa dan 20 persen tinggal di kecamatan. Sedangkan untuk IRTM persentasenya 60 persen diserahkan kepada Baznas tingkat Kabupaten Luwu dan 40 persen tinggal di kecamatan, ” kata HM Saleh.

HM Saleh menambahkan, pada prinsipnya aturan agama menyangkut pengenaan zakat fitrah itu tidak berubah tetap 1 sha’ atau kalau dikonversi ke liter sebanyak 3,5 liter. Lalu 3,5 liter ini dikonversi ke besaran rupiah menjadi bervariasi, karena beras yang dikonsumsi masyarakat juga bervariasi, yakni antara Rp 8 ribu hingga Rp 11 ribu per liter. Untuk itulah zakat fitrah ditetapkan dalam dua tingkatan.

HM Saleh menambahkan, Bazanas Kabupaten Luwu memberi apresiasi terhadap Pemkab Luwu, Pemerintah kecamatan dan desa serta para unit pengumpul zakat (UPZ) yang sudah bekerja tahun lalu sehingga zakat fitrah terkumpul berkisar Rp 4 miliar lebih.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Luwu, Drs HM Jufri MA, mengatakan, pihaknya mengajak umat muslim dan muslimah untuk menunaikan zakat fitrah dan IRTM ini, mengingat zakat fitrah juga sebuah kewajiban umat Islam yang kedudukannya sama dengan shalat.

“Islam mengatur ada dua zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal/harta. Untuk zakat fitrah itu hukumnya wajib bagi seluruh umat Islam tanpa memandang status. Zakat fitrah ini yang berhak menerima sesuai ajaran Agama Islam yakni sebanyak 8 asnab, ” tandas Jufri. (and/him)

Click to comment

Most Popular

To Top