Aktifkan Kembali Siskamling – Palopo Pos
Utama

Aktifkan Kembali Siskamling

*Antisipasi Ancaman Bom di Kota Palopo

PALOPO — Menyikapi maraknya aksi terorisme di tanah air, Kesbangpol Kota Palopo menggelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu 16 Mei 2018 di Cafe Hill and Tiff, Jalan Andi Djemma, Kota Palopo.

Dalam dialog tersebut sejumlah ide dan gagasan pun dilontarkan dari para pimpinan, dan tokoh agama demi menjaga keamanan dan ketentraman warga di Kota Palopo.

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Palopo Andi Arwien Azis, Ketua DPRD Palopo Harisal Latief, Kapolres Palopo AKBP Taswin S.Ik MH, Kasi Intel Amri Kurniawan SH mewakili Kejari, Ketua PN Palopo Ig Eko Purwanto SH, Sekkota Palopo H Jamaluddin Nuhung, Lettu Mujahid mewakili Dandim 1403 SWG, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Prof Said Mahmud, Kepala BAZ Palopo Hatta Toparakassi, dan sejumlah pimpinan ormas keagamaan dan masyarakat.

Wali Kota Palopo Andi Arwien Azis dikesempatan itu menekankan, perlunya waspada dan melakukan langkah-langkah seperti deteksi dini terhadap potensi mengancam keamanan dan ketertiban di Kota Palopo.

Diacara itu, Wali Kota juga mengajak segenap yang hadir mendoakan para korban kebrutalan teroris.

Lanjut Arwien, untuk mendukung kerja dari kepolisian sebagai ujung tombak keamanan, perlu langkah-langkah yang cerdas. “Deteksi dini perlu. Jangan sampai ada orang baru dilingkungan kita, tetapi kita tidak tahu. Segera laporkan kepada pemerintah terdekat jika ada hal mencurigakan,” ajak Wali Kota.

Hendaknya, kata wali kota Arwien, kita satukan pemahaman dan pendapat. “Dimana-mana proses demokrasi diwarnai dengan keceriaan, bukan saling menebar hoax, dan saling menghasut,” ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, mari berperan aktif membantu kepolisian. “Berikan informasi yang baik. Ajak masyarakat ke masjid, ramaikan masjid. Apalagi di bulan Ramadan jadikan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah,” sebutnya.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin S.Ik MH pada kesempatan yang sama menjelaskan, ancaman teroris yang terjadi diluar Sulawesi terjadi secara sporadis. Sesuai arahan Kapolri, apapun yang mencoba membuat gaduh, kita harus tetap tenang.

Khusus di Kota Palopo, kata Kapolres, jauh hari ancaman teror sudah ada. Langkah-langkah yang dilakukan Polres Palopo agar ancaman itu tidak masuk perlu mendapat dukungan dari segenap elemen masyarakat.

Dia memaparkan bahwa masing-masing berperan sesuai tataran kewenanganannya. Menurutnya, dengan tetap mengedepankan fungsi koordinasi lintas instansi, penanganan bisa lebih komprehensif dan berkesinambungan.

Langkah yang dilakukan seperti menjaga tempat ibadah, terjun langsung ke masyarakat memberikan pemahaman akan bahaya radikalisme yang dapat memecah belah umat terus dilakukan. Cara lain melalui tablig akbar yang menghadirkan ustad Maulana. Serta gerakan sahur dan buka bersama masyarakat.

“Upaya lewat keagamaan adalah cara yang efektif disertai perlunya mengaktifkan kembali Siskambling dan aktif berdikusi,” kata Kapolres.

Ditambahkan Ketua PN Palopo Ig Eko Purwanto, ia menjelaskan, bercermin dari Polres Luwu, mungkin bisa diterapkan di Kota Palopo tentang bebas petasan. Sementara itu masukan juga disampaikan Kasi Intel Kajari Palopo Amri Kurniawan. Ia mengatakan, Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) perlu kembali diaktifkan. Masukan lainnya, Pemkot Palopo memiliki call center (pusat aduan) yang masyarakat bisa sebagai tempat mengadu jika mencurigai adanya hal-hal yang tidak normal.

“Saya yakin orang akan berani kalau ada call center. Kalau mau melapor harus ke Polres dulu, biasanya agak malas,” ujarnya.

Hal yang senada juga dikatakan Lettu TNI Mujahid mewakili Dandim 1403 SWG. Diacara itu, perwira dua balok mengatakan inovasi dan kreasi harus dilakukan. Teror sebenarnya itu kepada orang yang tidak mengerti apa-apa. Yang tujuannya hanya untuk menimbulkan kecemasan di masyarakat.

Sehingga yang perlu dilakukan adalah perlunya tetap solid dan waspada karena Kota Palopo cukup rawan juga akan konflik SARA.

Ditambahkan, dengan menjalin sinergitas antara Polri, TNI, Toga dan Tomas dalam menjaga Kamtibmas, dipastikan Palopo aman dan kondusif. Ia juga mengutuk keras aksi teror bom yang berakibat jatuh korban dari Polri maupun masyarakat.

Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Prof Said Mahmud mengajak untuk memperkuat kegiatan keagamaan lewat perbanyak silaturahmi. Apalagi gerakan salat subuh yang dicanangkan Wali Kota Andi Awien sangat bagus, ini harus diperkuat lagi melalui kegiatan keagamaan lainnya.

Ditempat berbeda, Mendagri Tjahjo Kumolo mendorong camat dan kepala desa untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), sebagai antisipasi dini aksi terorisme di daerah.

“Siskamling tadi, ingat seorang camat enggak sendiri, ada bawahan yang namanya kepala desa sampe RT/ RW, ada perangkat desa sampai kecamatan tapi juga ada Polsek, Koramil yang punya struktur sampai Babinsa, Kamtibmas,” kata Tjahjo di di acara konsolidasi Penyiapan RPJMD di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 16 Mei 2018.

Selain itu, Tjahjo juga mendorong adanya koordinasi antara camat, kepala desa, dengan para tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Sebab, kasus terorisme di Surabaya dan Sidoarjo merupakan bukti nyata, bahwa teroris bisa berbaur dengan baik di tengah masyarakat.

“Ada yang namanya tokoh agama, tokoh masyarakat, libatkan. Kasus di Surabaya, kita gatau warga yang baik ternyata punya pikiran yang jelek,” jelasnya.

Menurut Tjahjo, upaya pencegahan paham radikalisme dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat harus dioptimalkan. Seluruh elemen masyarakat adalah pihak yang bertanggungjawab dalam menjaga lingkungannya.
“Makanya, kalau melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat saling bergaul saling kunjung-mengujungi. Sehingga tahu pikiran orang, tahu masalah sesama warga tetangga, maka mekanisme siskamling dioptimalkan,” terangnya. “Wajib lapor kalau ada tamu yang datang, siapapun yang bukan warga RT itu harus lapor,” pungkasnya.(idr)

Click to comment

Most Popular

To Top