Walikota Sebut Mahal – Palopo Pos
Metro

Walikota Sebut Mahal

* Pantau PNP, Harga Daging Ayam Tembus Rp70 Ribu/Ekor

PALOPO — Walikota Palopo Andi Arwien Azis bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ke pasar, kemarin. Mereka memantau langsung pergerakan harga dan ketersediaan pangan. Secara umum kenaikan kebutuhan pokok tidak signifikan.

Kenaikan hanya terasa di daging ayam. Padahal, konsumsi daging ayam disebutkan tidak terlalu besar. Makanya, walikota heran, harga daging ayam ukuran besar tembus Rp70 ribu per ekor.
Komoditas lain naik, tapi masih di level yang wajar.

”Pedagang yang saya tanya mengaku belinya dari para bakul. Mereka sulit membeli ke mitra,” ujar Walikota Palopo Andi Arwien Aziz, usai memantau langsung pergerakan harga pangan di Pusat Niaga Palopo.

Tampak mendampingi walikota dari TPID, Kepala Dinas Perdagangan Zulkifli Halid, Kepala Dinas Persandian dan Statistis, Reynaldi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Tono, Kabag Humas, Eka Sukmawaty, dan kepala PNP.

Menurut walikota, ada komoditi yang tidak terlalu  naik. Katanya, kenaikan terasa di ayam  seminggu lalu. Saat itu, masih dijumpai dengan harga Rp21 ribu hingga Rp25 ribu per ekor. ”Sekarang sudah tembus angka Rp50-Rp70 ribu,” tuturunya.

Walikota sempat heran dan mempertanyakan hal tersebut. Ia heran karena konsumsi masyarakat terhadap daging ayam potong tidak terlalu besar, tapi harga ayam melayang.

”Mereka mengaku tidak dapat ayam dari mitra, tapi dari bakul. Dibonceng masuk ke pasar.
Padahal,  bedanya hanya Rp1000.Inilah yang kita mau telusuri. Seperti apa kondisinya.

Sehingga, ayam ini naik,” tegas walikota Andi Arwien. Walikota dan tim juga memantau pergerakan harga komoditas lainnya. Seperti beras, cabe rawit, bawang merah, dan komoditas lainnya.

”Ada yang cenderung turun. Misalnya, cabe rawit. Dulu Rp50 ribu, sekarang Rp15-17 ribu per liter. Kalau bersih Rp20 ribu,” papar dia. Mengenai harga beras, lanjutnya, masih relatif normal.

”Tidak ada kenaikan. Beras masih cukup tiga sampai empat bulan ke depan,” paparnya. Ke depan, Bulog juga akan turun tekan harga dalam ramadan. Begitu juga minyak goreng.

Hal lain yang disampaikan walikota adalah Pemprov Sulsel janji alokasikan pasar murah untuk bantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan. ”Sekali lagi tugas pemerintah adalah stabilkan harga dan tekan harga,” paparnya.

Kenaikan harga memang terasa. Awal Mei 2018, lalu, harga daging ayam ayam potong kisaran Rp16 ribu hingga Rp25 ribu. Kemudian terus naik. ”Sekarang harga ayam seperti terbang. Terpaksa naik,” ucap salah seorang pedagang, kepada Palopo Pos.

Untuk ayam potong isi 2 kg dijual dengan harga Rp60 ribu per ekor.
Ukuran besar dengan isi 2,5 kg lain lagi. Harganya sudah tembus ke level Rp70 ribu per ekor.

Kata mereka, yang memasok ayam ke pasar adalah bakul–sebutan lain dari pedagang kecil. Mereka ini tersebar di Palopo, Bone-bone. ”Kami ini istilahnya pengecer. Kami beli dari bakul yang datang. Bakul yang kemudian berhubungan dengan mitra atau peternak,” tambah mereka.

Para pedagang mengakui adanya kenaikan pada bawang merah. Sekarang Rp30 ribu per liter. Padahal, minggu lalu, harganya hanya Rp18 ribu . ”Kalau  lombok cenderung turun, pak. Mminggu lalu Rp50 ribu, sekarang tinggal Rp20 ribu,” katanya.

Bagaimana dengan harga daging sapi? Daging dari beberapa komoditas yang sering diincar pembeli di PNP relatif aman. ”Tidak ada kenaikan,” ucap pedagang di lods penjual daging, kemarin.

Harga jual pedagang di PNP berkisar Rp110 ribu/kg. ”Kami beli dari pemotongan sebesar Rp105.000/kg,” papar dia.

Dari lods daging ke beras. Ini masih di seputar PNP. ”Aman kalau harga beras. Tidak ada kenaikan,” terang Ny Asmi, salah seorang pedagang beras di PNP.

Beras santana di kiosnya, dijual dengan harga Rp 9.000 per liter, beras ciliwiung Rp10 ribu/liter, beras kepala Rp11.000/liter, dan bramo Rp10 ribu/liter. ”Kami beli beras dari Lamasi, pak,” katanya.

Pemantauan yang dilakukan Walikota dan TPID dimulai usai melaksanakan salat zuhur. Rombongan walikota kemudian bergerak ke PNP dan dialog dengan para pedagang. Pemantauan pasar berakhir pukul 14:00 Wita. (ary)

Click to comment

Most Popular

To Top