Disdag Tak Matikan Usaha Musiman – Palopo Pos
Metro

Disdag Tak Matikan Usaha Musiman

* Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Dikasi Lokasi Strategi

PALOPOP — Palopo memang layak jadi daerah tujuan dagang. Di Palopo, tak ada usaha mati karena kebijakan dari pemerintah. Contoh konkritnya pedagang musiman di bulan suci Ramadan. Dilarang jualan di atas trotoar, para pedagang dikasi lokasi yang lebih strategis.

Disdag dan DPRD tak matikan usaha musiman.
Letaknya sudah jauh dari Pusat Niaga Palopo (PNP). Sehingga, masyarakat pedagang di PNP tidak terusik. Selama ini, pedagang yang menjajakan baju muslim dan muslimah mengambil tempat di trotoar pada Jalan Rambutan, Jalan Mangga, dan Jalur Dua.

Praktis, keberadaan mereka berpotensi mengganggu pasar pedagang pakaian dalam PNP. Itulah sebabnya, masyarakat pasar mengadukan hal ini ke komisi III DPRD Palopo. Hasilnya cukup memuaskan.

Ketua Komisi III DPRD Palopo, Abdul Rauf, mengatakan, adanya rapat dengar pendapat (RDP) tersebut berdasarkan aspirasi dari sebagaian warga yang ingin mendirikan stand dagangannya di sekitaran kawasan PNP.

Untuk itu, pihaknya memfasilitasi kedua belah pihak dalam mencari solusi dari permasalahan tersebut. Solusinya sudah ada. Kata dia, pemerintah tidak mungkin mematikan usaha masyarakat.

“Jadi ada tiga titik yang disiapkan pemerintah. Untuk penggunaan trotoar untuk berdagang tidak dibolehkan karena aturannya sebuah trotoar hanya diperuntukan bagi pejalan kaki,” tandas legislator asal NasDem Palopo, Rabu, lalu.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kadis Perdagangan Zulkifli Halid, Kadishub Palopo, Andi Farid Baso Rahim, Kepala PNP, Arfa, dan beberapa pelaku usaha pedagang kaki lima, dan masyarakat pasar.

Supaya dua-duanya jalan, tidak ada saling mematikan, dinas perdagangan langsung berpikir tanggap.
Dinas Perdagangan Palopo langsung menyediakan lokasi khusus untuk menjual seragam muslim/muslimah.

Adapun tiga titik tersebut, yakni, kawasan Gedung Olahraga (GOR) di Jalan Mangga, kawasan gedung kesenian di Jalan Salak, dan kawasan gedung SCC di Jalan Ahmad Yani. Penetapan tersebut dilakukan supaya pedagang musiman lebih tertib. Keberadaan mereka di trotoar tidak menganggu yang lain.

”Kita kasi selama kurang lebih satu bulan. Jadi, khusus untuk pedagang seragam muslim/muslimah kita siapkan tiga tempat. Sebab, saat ini, begitu banyak pedagang musiman berjualan di sejumlah titik,” terang kadis perdagangan.

Sekali lagi, imbuhnya, pihaknya melarang para pedagang menggunakan tepi jalan untuk mendirikan stand usahanya. “Sekarang tidak lagi dibolehkan menggunakan trotoar untuk berjualan makanya kita siapkan kawasan tertentu,” katanya.

Ia mengakui jika dalam pelaksanaan ramadan tahun ini banyak para pelaku pedagang musiman meminta area berjualan di tepi jalan sekitaran area pusat niaga palopo (PNP).

“Untuk jalan Rambutan dan jalan Mangga tidak boleh digunakan berjualan seragam muslim/muslimah, disamping menganggu aktivitas lalu lintas juga menuai keberatan bagi pedagang yang berada dalam kawasan PNP khususnya pedagang seragam muslim/muslimah,” katanya. (rul/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top