Terungkap Peran Berbeda 7 Pembusur Pelaut – Palopo Pos
Kriminal

Terungkap Peran Berbeda 7 Pembusur Pelaut

*Ada Tersangka Tusuk Pakai Gunting, Desa Seba-seba Masih Dijaga Ketat

WALMAS — Hasil pemeriksaan awal penyidik Polsek Walenrang menyebutkan bahwa dua tersangka yakni Uppi dan Iddal yang membusur korban, sedangkan Iit sempat menikam korban dan lainnya ikut serta hingga korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rampoang, Kota Palopo.

Pasca kejadian itu, Kamis, 17 Mei kemarin situasi di desa yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo itu, masih diwarnai ketegangan.
Tidak hanya warga Seba-Seba yang was-was, tapi juga berimbas hingga ke warga yang ada di lingkungan Sangking, Kelurahan Salubattang, Kota Palopo.

Mengantisipasi terjadinya gerakan tambahan dari keluarga korban, Seba-Seba sampai hari ini (kemarin, red) masih dijaga ketat polisi bersenjata lengkap.

Dalam kasua tersebut polisi mengidentifikasi ada sembilan pelaku termasuk tujuh orang yang saat ini telah diamankan.
Ketujuh pelaku tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.
Dua orang yang melakukan pembusuran dan satu orang yang menikam pakai gunting.

Sedang enam orang lainnya ikut bersana melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.
Dua pelaku yang mengaku telah melesatkan anak busur ke tubuh korban adalah Iddal dan Uppi. Dua anak muda ini berdomesili di Kota Palopo.

“Yang menikam pakai gunting yakni Iit warga Desa Seba-Seba,” kata Kapolsek Walenrang, AKP Rafly SSos MH, Kamis, 17 Mei kemarin.

Mantan Brimob ini menguraikan kronologis pembusuran hingga menewaskan pelaut asal Luwu itu.
Para pelaku saat itu berkumpul di rumah Iit, kemudian korban tiba-tiba muncul dan mencari Iit.

Saat itu korban membawa sebatang bambu.
Ketika Iit muncul dan bertemu korban terjadilah perkelahian.
Korban memukul Iit dengan bambu dan meninju wajah Iit.

Kemudia Iit membalas memukul korban, melihat Iit berkelahi dengan korban kemudian teman Iit sebanyak delapan orang datang membantu Iit.
“Iit menikam korban menggunakan gunting pada bagian punggung korban.

Iddal membusur korban mengenai bagian punggung korban, sebanyak dua kali. Kalau Appi membusur korban pada bagian perut satu kali dan dua kali bagian belakang,”terang Rafly.

Pelaku lainnya memukul korban dengan cara meninju berulang kali yang mengenai bagian wajah korban. Saat korban di bawa ke RS Palopo, anak panah (busur) msh melekat di bagian belakang dan perut korban, setelah mendapat perawatan medis ternyata nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia. (ded/him)

Click to comment

Most Popular

To Top