Bisnis Batu Cincin Kembali Ramai – Palopo Pos
Metro

Bisnis Batu Cincin Kembali Ramai

* Bunyi Gerinda Masih Terdengar di Pojok GOR Palopo

MELIHAT tempat ini, mengingatkan kita pada masa kejaayaan bisnis batu cincin di tahun 2015. Pria berkumis tipis ini–salah satu dari sekian pengrajin batu cincin yang masih bertahan di pelataran pojok Gedung Olahraga (GOR) Palopo.

”Hanya ini yang bisa kita kerjakan. Ya, lumayanlah. Karena tidak semua juga pencinta batu menghilang bak ditelan bumi,” ujar Sukma yang berkarib dengan pengunjung yang datang sore itu.

Orang yang datang cukup lumayan. Tapi, memang kebanyakan ke sini teman Sukma. Jadi, sistemnya begitu. Teman yang datang, bawa lagi temannya. Sehingga, tempatnya ini langsung terkenal sampai ke Masamba dan Malili.

Mereka ini otomatis kembali jadi pelanggan tetap. Semuanya dari berbagai kalangan. Ada ASN, pegawai BUMN, swasta, dan pengusaha.

Di tempatnya tersebut, ia melayani pembuatan cincin. Pengunjung datang bawa batunya, kemudian Sukma bentuk jadi permata untuk disematkan pada ring. Sudah termasuk menghaluskan batu dengan gerinda.

Bagi yang datang modal batu, pengrajin tinggal pilih ring. ”Saya juga jual ring. Ada dari perak, tetanium. Harganya pasti cukup terjangkau,” ujarnya, Kamis, lalu.

Kalau cincin saja tanpa batu, ia jual dengan harga Rp120 ribu, kemudian Rp100 ribu. ”Di sini lengkap. Tinggal pilih mana, ukuran jari cocok, tinggal masukan,” ucapnya.

Di tempatnya, ia juga menjual berbagai macam batu cincin dengan harga bervariasi. Jenis batu berpengaruh ke harga. Harga tertinggi Rp1 jutaan. ”Tapi yang paling banyak saya layani adalah membuatkan cincin dan memasangkan pada ring yang sudah mereka pilih di sini.

Karena kita juga siapkan ring,” ucapnya. Harganya bisa dinegosiasi. Ada yang harga Rp150 ribu untuk ring dengan batunya, Rp50 ribu, dan Rp100-an ribu.

Menurut dia, pengrajin batu cincin sudah banyak yang gulung tikar. Mereka sudah tinggalkan usaha ini dan beralih menjadi petani di kampung asalnya.

Ia mengakui, bisnis batu cincin mengalami masa keemasan tahun 2015. Kemudian masuk awal 2016 mulai redup.

Di Palopo, kata dia, sudah pernah berkumpul pencinta batu cincin dari delapan kabupaten. Mereka berkumpul di City Market Palopo dalam rangka eksebisi batu cincin.

Ia menambahkan delapan kabupaten yang ikut diantaranya Bone, Enrekang, Toraja, Makassar, Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur. “Salah satu tujuan dari kontes batu ini ialah sebagai ajang silaturahmi antara sesama pencinta batu,” ujarnya. Namun, bisnis batu cincin sepertinya kembali ramai. Penasaran mau melihat bunyi gerinda, silakan datang kompleks lapangan GOR. (ary)

Click to comment

Most Popular

To Top