Hati-hati, Ikan Berformalin Marak – Palopo Pos
Utama

Hati-hati, Ikan Berformalin Marak

*Di Tana Toraja Sudah 2,5 Ton Dimusnahkan

PALOPO — Masyarakat diminta agar selalu waspada membeli ikan. Pasalnya, kini banyak beredar ikan berformalin di pasar-pasar.

Baru-baru ini, pemerintah Kabupaten Tana Toraja berhasil mengamankan 1,6 ton ikan kering berformalin, Jumat 18 Mei 2018, lalu.

Ikan kering berformalin yang disita berasal dari pemasok ikan kering asal Sulawesi Utara yang dijual di Kompleks Pasar Sentral Makale.

Pada, Senin 21 Mei 2018, kemarin di Halaman Kantor Bupati Tana Toraja, tim terpadu gabungan memusnahkan ikan berformalin yang disita bersama sejumlah kosmetik yang mengandung zat mercuri serta bahan makanan yang telah expired.

Kegiatan tersebut dihadiri ketua tim gabungan terpadu, dipimpin Wabup Tana Toraja Victor Datuan Batara.

Menurut Victor, kepada media usai pemusnaan mengatakan bahwa tim terpadu gabungan tidak akan berhenti sampai di sini saja, namun akan terus mengejar ikan yang mengandung formalin.

“Dan sampai saat ini yang berhasil dirazia tim gabungan terpadu sebanyak 2,5 ton. Dan kemungkinan yang kita dapat hanya seper-sepuluh saja, karena itu baru diamankan dibeberapa pasar saja. Tim terpadu terus akan melakukan rasia untuk ikan berformalin, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya serta bahan makanan yang ekspayer,” ujarnya.

Victor mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti saat membeli atau mengkonsumsi ikan yang masuk di wilayah Toraja. Ia meminta warga untuk sementara berhenti mengonsumsi ikan laut, baik basah maupun kering.

“Saya imbau masyarakat untuk lebih teliti membeli ikan dan ayam. Jika beli ayam belilah yang masih hidup saja lalu dipotong jangan sampai mengandung formalin,” tuturnya.

Victor menambahkan, patroli dari tim gabungan dilakukan setiap hari untuk memantau pasar yang ada di kecamatan dan menyidak penjual ikan berformalin yang memungkinkan masih ada tersebar di wilayah Tana Toraja.

Sebagai pengetahuan, perlu kita ketahui bagaimana ciri ikan segar berformalin. Dilansir dari portal kesehatan dijelaskan, ikan segar yang berformalin dapat Anda lihat dari warna ikan yang lebih cerah.

Selanjutnya, lihat pada insang ikan. Ikan segar memiliki insang berwarna merah darah yang terlihat segar. Ketika dipegang terasa sedikit kenyal dengan tekstur normal. Ikan berformalin memiliki insang merah yang sedikit gelap.

Dari aromanya, ikan segar masih berbau amis yang khas. Ikan berformalin berbau aneh kayak bukan ikan, serta tidak dihinggapi lalat.

Lalu ada juga ikan asin berformalin, seperti apa cirinya? Yakni, dari warnanya cerah dan terlihat lebih bersih sedangkan ikan asin biasa berwarna kecoklatan.

Ikan asin dengan formalin tidak mudah hancur dan kurang beraroma saat digoreng, normalnya mudah memiliki aroma khas dan tubuhnya cepat hancur.

Berkat formalin ikan asin tidak akan dihinggapi lalat walaupun ditaruh di luar, sangat awet bahkan bisa bertahan lebih dari sebulan di ruangan terbuka.

Dinas Kesehatan Palopo selama Ramadan langsung tanggap terhadap bahan-bahan berbahaya. Melalui Kasi Kesling Dinkes Palopo, Ceria Amaliah, SKM, ia bersama tim turun ke Lagota dan Pasar Andi Tadda untuk melakukan pengecekan bahan makan yang disinyalir mengandung formalin dan borax.

Selanjutnya sampel yang diambil dari lapangan akan diuji di laboratorium Dinkes dan hasilnya bisa diketahui dalam beberapa hari.

Tim pengawasan pangan terdiri atas polisi, satpol, disdag, dinkes, dan dinas ketahanan pangan.

Saat ini cuaca ekstrem melanda, membuat jumlah tangkapan ikan di TPI Palopo dan sejumlah TPI di Luwu Raya mengalami penurunan. Sementara kebutuhan ikan terus meningkat.

Kondisi begini kadang dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab dengan memanfaatkan situasi mengawetkan ikan untuk dijual lagi. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top