Awas, Teror Busur di Bulan Suci – Palopo Pos
Kriminal

Awas, Teror Busur di Bulan Suci

*Taswin: Kita Patroli Stasioner

PALOPO — Peristiwa pembusuran (panah) beberapa hari terakhir ini melanda Kota Palopo.
Masyarakat pun dihantui dengan teror yang sering terjadi pada malam hari. Seperti yang terjadi di bulan ramadan tepatnya di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo. Seorang pemuda dibusur hingga akhirnya dirawat inap di rumah sakit.

Sejak masuk bulan suci ramadan, baru satu kasus pembusuran yang terjadi, namun di luar ramadan pembusuran seringkali terjadi.

Sejak insiden pembusuran di tanjung ringgit, masyarakat ketakutan dan pengunjung objek wisata tepi pantai itu kuwatir dengan keselatannya.

Menyikapi hal ini, Kapolres Palopo, AKBP Taswin SIk MH langsung angkat bicara. Ia menegaskan masyarakat diminta untuk tidak takut dengan adanya teror panah, namun mengajak masyarakat bersama untuk memerangi aksi kejahatan itu.
“Biasanya pelaku ketika beraksi memang sudah ada target sasaran, sehingga dengan mudah diketahui identitasnya,” katanya, saat dikonfirmasi Kamis 24 Mei kemarin.

Menghadapi kasus seperti itu, lanjut Taswin, ada strategi dan trik tersendiri yang dilakukan. Salah satunya, patroli stasioner.

Apa itu stisioner? Patroli yang menyasar titik-titik rawan kriminalitas termasuk menyasar tempat-tempat yang biasanya kerap dijadikan ajang balap motor alias balap liar.

“Jadi perlu diluruskan, tidak ada teror panah melainkan kasus yang terjadi ini karena adanya masalah kesalapahaman
antara sesama anak muda. Jadi masyarakat jangan takut, karena pelaku dan korban sebelumnya terlibat masalah,” katanya.

Di Jalan Lingkar sore kemarin, masyarakat maupun pemilik cafe di Jalan Lingkar berharap agar penegak hukum meningkatkan kewaspadaan apalagi akhir-akhir ini beberapa aksi terorisme bom bunuh diri yang menewaskan warga sipil dan petugas kepolisian terjadi di Surabaya dan Riau.

Masyarakat memahami jika saat ini penegak hukum fokus meningkatkan penjagaan terkait adanya peristiwa bom bom. Akan tetapi, penegak hukum itu diminta supaya tidak lengah karena bisa saja fokus jaga teror bom disisi lain teror pembusuran yang malah menjadi-jadi.

“Iye, ada mi sedikit rasa takut-takut kalau mau ki pergi nongki-nongki di Jalan Lingkar. Itu karena sudah ada mi kejadian orang dibusur. Jalan Lingkar dulu tidak sama mi sekarang, soalnya rawan terjadi tindak kriminalitas,” ucap Amanda sambil menyiapkan es buah bagi pengunjung yang ingin buka puasa. (ded/him)

Click to comment

Most Popular

To Top