Depresi, Abu Nawas Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri – Palopo Pos
Walmas

Depresi, Abu Nawas Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

PALOPO — Selepas salat tarawih, warga Jalan Ahmad Razak Kota Palopo, tiba-tiba digegerkan dengan penemuan mayat yang tergantung di dalam rumah di depan Akper Sawerigading Pemda Luwu, Rabu malam 23 Mei sekira pukul 22.00 Wita.

Adalah Abu Nawas (60) seorang kakek yang tega mengakhiri hidupnya denga cara gantung diri.
Tali jemuran berwarna merah yang panjangnya sekitar setengah meter terlilit di leher Abu Nawas.

Mayat Abu Nawas pertama kali ditemukan anak dan istrinya Darma (58) saat keduanya baru pulang menunaikan salat tarawih di masjid.

Kepada Palopo Pos, Darma, istri korban mengatakan, sejak anak pertama mereka meninggal dunia, selama itu pula suaminya (Abu Nawas) mengalami ganguan jiwa (depresi). Dan itu dialami beberapa bulan terakhir.

“Almarhum memang dalam kondisi ganguan jiwa (depresi). Itu terjadi setelah anak pertama kami meninggal beberapa bulan lalu,” kata Darma, sambil meneteskan air mata menatap tubuh suaminya yang sudah terbungkus kaku kain sarung, di rumah duka.

Dirinya juga mengaku bahwa almarhum beberapa kali ingin melakukan percobaan bunuh diri, bahkan pernah mencoba dengan parang tetapi cepat dicegah.

“Sebelumnya hal ini pernah dilakukan dengan berbagai cara termasuk ingin bunuh diri menggunakan parang, tetapi kami cepat mencegahnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, mengatakan, dari hasil olah TKP yang dilakukan penyidik memang murni korban tewas gantung diri.

“Iya, wajar seperti orang gantung diri dan hasil olah TKP ini juga sama seperti yang disampaikan dokter Herman,” terang Ardy Yusuf.

Informasi yang dihimpun Palopo Pos, menyebutkan, Kamis siang 24 Mei 2018, kemarin Jenazah Abu Nawas dibawa ke kampung halamannya di Lapri, Kabupaten Bone untuk dimakamkan. (ded/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top