Gaji Pokok ASN dan THR Senilai Rp47 M – Palopo Pos
Luwu

Gaji Pokok ASN dan THR Senilai Rp47 M

BELOPA — Pemerintah Kabupaten Luwu mulai membayarkan tunjangan hari raya sejumlah SKPD yang telah mengajukan surat pemerintah membayar yang diajukan masing-masing bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Luwu ke Badan pengelola keuangan daerah.

“Saya pantau Sejak senian sudah banyak yang dibayarkan, jadi yangs audah ada SPM tentu anggaranya sudah diterima OPD,” jelas Kepala BPKD Rahimulla, Selasa 5 Juni 2018.

Rahimullah mengatakan, THR untuk PNS sendiri memang baru ada sejak tahun 2016 lalu, pemberian THR untuk ASN ini sebagai pengganti dari tidak adanya kenaikan gaji ASN. Adapun besaran antara THR dan gaji 13 tidak jauh berbeda dengan gaji ASN setiap bulannya, mengingat didalam THR dan gaji 13 ASN terdapat beberapa tunjangan, seperti tunjangan keluarga, tunjangan kinerja.

Rahimullah menambahkan, untuk membayarkan THR dan gaji 13 dipastikan membutuhkan anggaran yang besar, dimana kedua ‘bonus’ untuk ASN tersebut kini setara dengan gaji bulanan.

“Setiap bulan kita menyiapkan anggaran sebesar Rp 24,5 miliar untuk membayarkan ribuan gaji ASN. Sehingga untuk THR dan gaji ASN saja kita menyiapkan anggaran sebesar Rp 49 miliar lebih. Itu diluar gaji untuk bulan Juni dan Juli 2018, ” kata Rahimullah.

Lanjut dijelaskan Kepala BPKD bahwa kabar yang selama ini menyebutkan besaran THR atau gaji 14 sama dengan gaji pokok ASN tidaklah demikian karena dalam peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2018 tidak menghitung adanya iuran wajib pemerintah atau IWP dan tunjangan beras.

“Sehingga ada perbedaan nilai THR dengan gaji pokok bulan Juni. Total dan perbandingannya seperti di atas, THR sebesar Rp23 miliar lebih dan gaji pokok bulan juni sebesar Rp24 miliar lebih jadi total sebesar Rp47 miliar lebih,” rincinya.

Terkhusus untuk gaji 13, bonus gaji ini diberikan pemerintah kepada ASN bertujuan untuk membantu ASN menghadapi peningkatan kebutuhan setiap pertengahan tahun, dimanadimasa tersebut bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah.

“Dipertengahan tahun ASN membutuhkan biaya besar karena bersamaan tahun ajaran baru sekolah. Mungkin ada putra putri dari ASN yang baru mau masuk TK, SD, SMP, SLTA bahkan Perguruan Tinggi. Sehingga membutuhkan anggaran yang besar, ” tandas Rahimullah. (fan/him)

Click to comment

Most Popular

To Top