Kunjungan Wisatawan di Torut Meningkat Tiap Tahun – Palopo Pos
Toraja

Kunjungan Wisatawan di Torut Meningkat Tiap Tahun

Kadispar: Tahun Ini, Harapkan Terjadi Trend Positif

RANTEPAO-–Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Toraja Utara, Harli Patriatno memaparkan beberapa prestasi yang diraih oleh dinas yang dipimpinnya. Serta total jumlah wisatawan yang berkunjung ke Toraja Utara sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 ini.

Memasuki dua tahun pemerintahan Kalatiku Paembonan dan Yosia Rinto Kadang berjalan, meski ditengah keterbatasan anggaran khususnya dibidang pariwisata. Karena disadari bahwa anggaran di pemda saat ini terbatas.

Harli Patriatno kepada Palopo Pos, Selasa, 5 Juni 2018 katakan keterbatasan anggaran di Dinas Pariwisata itu terjadi di seluruh Indonesia dan kondisinya hampir sama.

Dijelaskannya, Toraja Utara selama dua tahun ini paling tidak sudah mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari tahun 2015 ke tahun 2016 naik 25,48 %. Kemudian di tahun 2016 ke tahun 2017 naik menjadi 73,68 % angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Lanjutnya,
di tahun 2015 wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 43.575 orang, dan wisata nusantara (wisnus) sebesar 87.462 orang dengan total 131.037 orang.

Tahun 2016 wisman sebanyak 51.793 orang, wisnus sebesar 112.628 orang dan totalnya 164.421 orang. Untuk tahun 2017 sendiri wisman sebesar 62.324 orang dan wisnus sebesar 223.210 orang dengan total 285.566 orang.

“Trend ini mudah-mudahan naik terus walaupun tahun depan memang tahun politik, dan mungkin kunjungan wisatawan bisa saja berkurang. Tetapi kita berharap bahwa trend positif itu akan tetap naik pada tahun 2018 dan 2019,” tuturnya.

Aspek penerimaan daerah yakni PAD disektor pariwisata di tahun 2015 sebesar Rp826.869.200, tahun 2016 sebesar Rp1.126.105.200, naik 36,19 % dan di tahun 2017 naik sebesar Rp1.575.010.000, kenaikan sebesar 39,86 %.

“Tahun 2018 dari bulan Januari hingga akhir bulan Mei, kita sudah memperoleh pemasukan sebesar Rp1,3 miliar,” ujar Harli.

Ditambahkan Harli, bahwa semoga di tahun 2018 bisa ada peningkatan yang signifikan. Sebagai catatan di tahun 2016 ke 2017 ketika Bupati Kalatiku Paembonan dan Yosia Rinto Kadang menjabat.

Pembinaan dan bantuan kepada sanggar seni, penataan Tongkonan, revitalisasi Desa Adat, pelaksanaan Festival Seni dan Budaya.

Pelaksanaan event dan festival merupakan salah satu hal yang menyebabkan kunjungan wisatawan meningkat di tahun 2016-2017.
Selama tahun 2016 dan 2017 kita paling tidak mendapatkan delapan penghargaan, baik tingkat provinsi dan nasional disektor pariwisata.

“Salah satunya pemenang hijau pelestari budaya, destinasi alam dan budaya ISTA tahun 2017, kemudian obyek wisata Kete’ Kesu’ sebagai destinasi wisata terfavorit seluruh Indonesia.

Kemudian penampilan terbaik di Panggung Merah Putih Nusantara Expo 2017 yang diadakan oleh Kementrian Dalam Negeri,” paparnya.

Ada beberapa warisan seni budaya Toraja yang masuk kedalam warisan budaya Indonesia, contohnya adalah Passura’ (mengukir). Dan di tahun 2018 ini kita sedang mengusulkan untuk acara Rambu Solo’ (Kedukaan) sebagai warisan budaya terbenda Indonesia bukan Toraja tapi Indonesia.

Jadi sudah diakui secara nasional bahwa itu warisan budaya bernilai sangat tinggi dan harus dilestarikan.
Toraja Utara juga sudah memecahkan rekor Muri untuk pohon Natal tertinggi 45 meter, lalu mencicipi kopi dengan peserta terbanyak dan mendapatkan penghargaan dari provinsi yakni kabupaten pengembang wisata dan mendorong ekonomi kreatif.

Selain itu, Toraja Utara meraih prestasi Putri Wisata Tahun 2017, Runner Up tingkat provinsi dan di tahun 2018 meraih juara satu tingkat provinsi, dan Putri Wisata Toraja Utara akan kita kirim ketingkat nasional nantinya, tutup Harli. (rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top