205 Masjid di Palopo Tempat Bayar Zakat Fitrah – Palopo Pos
Metro

205 Masjid di Palopo Tempat Bayar Zakat Fitrah

PALOPO — Masyarakat di sembilan kecamatan se Kota Palopo mulai membayar zakat fitrah. Mereka mendatangi masjid yang telah ditentukan sebagai unit pengelola zakat fitrah. Di Palopo, ada 205 masjid yang tersebar di 9 kecamatan disiapkan sebagai tempat membayar zakat fitrah.

”Masyarakat cukup ke masjid, tidak usah repot-repot ke kantor Baznas. Di masjid, ada namanya Unit Pengelola Zakat (UPZ). Unit inilah yang diberi tugas oleh Baznas mengumpul dan mendistribusikan zakat fitrah kepada orang yang berhak,” tandas Komisioner Baznas Kota Palopo, Drs Firman Saleh.

Untuk pengurusan zakat fitrah di Kota Palopo, Baznas sepenuhnya menyerahkan kepada pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang tersebar di setiap masjid, surau, musallah di masing-masing kelurahan.

Firman Saleh membidangi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah. Ia mengatakan bahwa sebanyak 205 masjid yang tersebar di 9 kecamatan di Kota Palopo merupakan tempat untuk melakukan pembayaran zakat fitrah. “Semua UPZ masjid yang ada di Kota Palopo, sudah kami berikan kepercayaan untuk melakukan pengumpulan zakat fitrah,” katanya, Kamis 7 Juni 2018, kemarin.

Tidak hanya itu, pendistribusian zakat fitrah juga telah diberikan kepercayaan sepenuhnya kepada setiap UPZ. “Semua UPZ yang ada di setiap masjid telah diberikan SK sebagai legalitas untuk melakukan pemungutan zakat, dan pendistribusian zakat. Jadi jika tidak ada SK itu dinamakan pungli,” jelasnya.

Dikatakan Firman, semua pendistribusian zakat fitrah dilakukan oleh UPZ yang ada di setiap masjid, dengan melihat siapa yang berhak menerima zakat fitrah dalam hal ini fakir miskin. “UPZ masjid yang masing-masing tentukan siapa yang berhak menerima zakat fitrah, nanti laporan tentang pendistribusian zakat mereka laporkan ke Baznas kota Palopo,” tambahnya.

Laporan mengenai penerimaan zakat fitrah dan pendistribusian zakat Fitrah paling lambat dilaporkan ke Baznas Kota Palopo 10 hari setelah lebaran. “Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang sebelum 10 hari Idul Fitri, ada juga yang melewati dari aturan yang telah disampaikan,” ujarnya.

Adapun laporan yang disampaikan oleh setiap UPZ masjid, yaitu, lampiran penerimaan zakat, formulir pendistribusian zakat, dan penerimaan zakat mal. “Semua itu harus dilaporkan oleh UPZ masjid ke Baznas Kota Palopo,” terangnya.

Lanjutnya, pendistribusian zakat yang dilakukan oleh UPZ merupakan pembayaran zakat fitrah. Jadi, untuk pembayaran sedekah dan infak rumah tangga diserahkan ke pemerintahan dalam hal ini Baznas Kota Palopo. “UPZ masjid hanya mendistribusiakan zakat fitrah saja.

Sedangkan untuk pembayaran infak rumah tangga, dan sedekah diserahkan ke Baznas Kota Palopo,” pungkasnya.
Menurut Firman, ada tiga dimana orang disebut sah membayar zakat fitra. Pertama; bisa awal Ramadan.

Kedua; waktu wajib bayar zakat setelah terbenam matahari. Ketiga; waktu terbaik setelah melaksanakan salat subuh, sebelum berangkat salat Idul Fitri.(cr2/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top