Mualaf Berhak Terima Zakat – Palopo Pos
Metro

Mualaf Berhak Terima Zakat

* Baznas Bina 50 Mualaf di Sumarambu

PALOPO –— Ramai kritikan mualaf kurang perhatian dari pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo langsung angkat bicara. Seperti menepis kritikan tersebut, Baznas memaparkan 50 warga binaanya di Sumarambu yang selalu dikasi insentif Rp750 ribu. Pastinya mualaf berhak terima zakat.

”Jadi, zakat juga diberikan kepada mualaf yang pada umumnya dipahami dengan orang yang baru masuk Islam. Dalam Al-Qu’an surat At-Taubah, mualaf termaksud dalam salah dari 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat. Mualaf adalah seseorang yang baru saja memeluk agama Islam.

Kemudian, Islam sebagai agama yang penuh rahmat memasukkan mualaf ke dalam satu golongan yang berhak menerima zakat.” ujar Komisioner Baznas Kota Palopo yang membidangi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, Drs Firman Saleh, kepada Palopo Pos, Kamis 7 Juni 2018.

Ia mengatakan bahwa seorang mualaf termasuk salah satu yang berhak menerima zakat dan harus diberikan zakat. “Mualaf diberikan zakat karena mereka ada hak di dalamnya,” katanya.

Pemberikan zakat untuk mualaf yang ada di Kota Palopo ditangani oleh UPZ Masjid yang ada di dekat wilayah tempat tinggalnya.

Ia menegaskan, keliru kalau ada anggapan yang menyebutkan bahwa Baznas kurang perhatian terhadap para mualaf. Buktinya, lanjut dia, Baznas melakukan pembinaan terhadap kurang lebih 50 mualaf di Kelurahan Sumarambu, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

”Mereka kami bina di Sumarambu. Jadi, perhatian Baznas Kota Palopo terhadap para mualaf yang ada di kota Palopo sanagat luar biasa,” katanya.

Kata dia, sudah lebih dari satu tahun, Baznas memberikan pembinaan terhadap 50 orang mualaf yang ada di Sumarambu. Mereka diberikan pembinaan tata cara salat, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya. Ada juga pemberian insentif sebesar Rp750 ribu.

Dijelaskan Firman, seorang mualaf diberikan zakat karena seorang mualaf keimananya masih rapuh, belum kuat, dan kemudian, islam sebagai agama yang penuh rahmat menghargai keimananya.

“Walaupun mualaf itu orang kaya, namun ia bisa saja diberikan zakat karena ia masuk dari golongan mualaf untuk kita hargai, kita hormati, dan kita muliakan,” paparnya.

Dengan memberikan zakat kepada mualaf, maka ia memberikan kemuliaan kepada mereka. ”Kita mengucapkan ahlan, selamat datang di dalam agama persaudaaran, agama yang penuh rahmat, dan penuh kasih sayang,” jelasnya.

Baznas Kota Palopo juga nantinya akan memberikan buku iqra serta Al Qur’an kepada mualaf yang telah dibina di Sumarambu.

“Saat ini, mualaf yang telah dibina oleh Baznas Kota Palopo di Sumarambu meminta untuk diberikan buku iqra serta Al Qu’an untuk mereka pelajari lebih dalam lagi, dan insya Allah akan kami berikan,” pungkasnya.

Semua memberi apresiasi atas pembinaan terhadap 50 mualaf di Sumarambu. Hanya saja, kata ustad H Baharuddin, jangan hanya mualaf lama tersebut. Akan tetapi, perlakluan yang sama mesti dilakukan terhadap para mualaf yang baru-baru ini diislamkan di Masjid Agung Palopo.

Kata dia, pemerintah ikut bertanggung jawab atas mereka. ”Yang saya lihat ini, suah mengucapkan dua kalimat syahadat, mereka langsung pamit pulang. Mestinya disusul dengan pembinaan,” ucap H Bahruddin, yang juga imam besar Masjid Agung Palopo. (cr2/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top