Pencairan TPP Terkendala Penyusunan Anjab – Palopo Pos
Luwu Timur

Pencairan TPP Terkendala Penyusunan Anjab

MALILI — Pencairan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) atau Tunjangan Kinerja ASN tahun 2018 terkendala penyusunan analisis jabatan (Anjab) hingga terkesan terlambat.

Meski demikian, saat ini sudah ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tengah melakukan proses pencairan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Luwu Timur, Ramadhan Pirade, Kamis 7 Juni 2018 menyebutkan, jika keterlambatan itu dipengaruhi oleh beberapa hal.

Dan yang harus diketahui bahwa biasanya seperti di tahun sebelumnya, setelah penetapan APBD 2018 kami selalu mempersiapkan seluruh administrasi dalam rangka pelaksanaan anggaran yang akan di laksanakan pada tahun 2018, termasuk rancangan surat keputusan baik yang mengatur tentang honoraium kegiatan, maupun rancangan SK yang mengatur tentang TPP ASN.

”Selain itu, bidang pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Ibu Linda dan Pak Heru, saat melakukan monitoring di ke Luwu Timur pada bulan Desember 2017 lalu, memberikan penekanan bahwa pemberian TPP ASN harus mempertimbangkan tingkat kesejahteraan ASN dengan berdasarkan nilai Anjab.

Sehingga penyusunan Anjab inilah yang memakan waktu yang cukup lama, setelah pihak Pemkab Luwu Timur mengkonsultasikan ke KPK.

Dan KPK menyarankan untuk dilakukan perbaikan karena nilainya masih dianggap tinggi dan diminta untuk diturunkan lagi. Dan prosesnya dilakukan di Menpan terkait nilai Anjab tersebut,” papar Ramadhan kemarin.

Lanjutnya, proses perbaikan nilai Anjab ini memakan waktu hingga akhir April 2018. Baru kemudian KPK yang difasilitasi Pemprov Sulsel melakukan pertemuan di Makassar, yang salah satu rekomendasinya adalah untuk melakukan perhitungan nilai Anjab dengan besaran TPP yang akan ditetapkan.

”Sehingga, baru diawal awal bulan Mei 2018, kami bisa melakukan perhitungan perhitungan dari seluruh nilai jabatan, dan disesuaikan dengan type OPD yang ada,” ungkapnya.

Selanjutnya, rancangan SK dianggap rampung pada akhir bulan Mei 2018 dan mesti dikonsultasikan ke pimpinan, setelah itu pimpinan menetapkan SK TPP.

”Tapi meski begitu, keterlambatan ini justru memberikan hikmah karena ada kenaikan TPP dari yang lalu. Sehingga dalam menghadapi hari Lebaran dan mudik tahun 2018 terdapat kelonggaran keuangan bagi ASN. Dan saya kira hikmah keterlambatan inilah yang harus dipetik,” sebut Ramadhan. (akm/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top