Benahi Sarana dan Prasarana Pendukung – Palopo Pos
Toraja

Benahi Sarana dan Prasarana Pendukung

*Dispar Torut Berupaya Tingkatkan Obyek Pariwisata

RANTEPAO –— Dinas Pariwisata (Dispar) Toraja Utara, dalam upaya meningkatkan pariwisata akan terus menggenjot ratusan obyek wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Toraja Utara. Sehingga kunjungan dari para wisatawan baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri bisa terus berdatangan.

Kadis Pariwisata Torut Harli Patriatno saat di sambangi diruang kerjanya, Jumat, 8 Juni 2018, katakan bahwa Toraja Utara terkenal sebagai destinasi berbasis budaya dan alam. Tetapi selama ini yang banyak dikunjungi adalah warisan budaya yang dimiliki oleh Toraja.

Sedangkan untuk obyek wisata masih dirasa kurang.

Tahun 2018 ini, obyek wisata Lolai Negeri di Atas Awan tetap akan ditingkatkan dengan mempermudah akses jalan masuk.

Selain itu, sarana dan prasarana pendukungnya kita lengkapi.

Amenitas dalam hal ini penyediaan toilet yang memadai, penginapan yang memadai lalu jalan didalam obyek yang juga memadai, tempat parkir yang memadai itu sedang kita kembangkan, paparnya.

“Khusus di Lolai yang paling penting kita akan mengembangkan atraksi yang sifatnya tetap dalam hal ini paralayang. Jadi kalau pagi wisatawan minum kopi setelah udara cuaca cerah bisa melakukan paralayang,” imbuh kadis.

Selain itu, Dinas Pariwisata Torut juga akan mengembangkan obyek wisata alam di Awan Rantekarua dan dinamakan Wisata Empat Sarambu. Karena disana ada empat air terjunnya yang sangat indah dikelilingi oleh hutan yang lebat.

Tahun ini juga dengan anggaran DAK Dinas Pariwisata akan mengembangkan obyek wisata Sarambu Marurun dan Sarambu Alam. Total anggaran DAK yang dialokasikan kurang lebih sebesar Rp2 miliar untuk pengembangannya.

Sarambu Marurun adalah air terjun tiga tingkat dengan ketinggian total sekitar 100 meter.

“Dengan anggaran DAK tersebut kita juga akan menyempurnakan Lolai, Kete’ Kesu’ dan Londa tetap kita sentuh supaya obyek wisata itu tertata dengan baik,” tandas Harli.

Harli Patriatno berharap kedepannya agar kesadaran wisata masyarakat Toraja itu lebih meningkat.

“Kalau dibandingkan misalnya dengan Bali. Semua kampung atau desa itu semua mereka sadar bahwa pariwisata itu sumber ekonomi mereka. Sehingga masyarakat itu secara proaktif melakukan penataan, pembersihan kampungnya ,dan kita ingin masyarakat Toraja begitu,” harapnya.

Ditambahkannya, agare sadar wisata masyarakat Toraja Utara semakin tumbuh dengan mereka ada rasa memilik. Bahwa destinasi pariwisata Toraja itu milik bersama dan itu bisa memberikan penghasilan yang lumayan bagi kita.

“Dengan rasa kesadaran seperti itu nanti mereka akan ikut memiliki dan mengelola dan ikut membersihkan Toraja Utara sebagai destinasi. Dengan demikian akses makin terbuka karena ada penerbangan di Bandara Bua, Kabupaten Luwu dan nantinya jika Bandara Buntu Kuni’ selesai juga bisa lewat di Bandara tersebut,” paparnya.

Kadis Pariwisata mengungkapkan bahwa saat ini jalan darat juga semakin baik, sehingga angka kunjungan wisatawan di tahun 2018 diharapkan makin meningkat sampai ke tahun selanjutnya. Agar pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah juga meningkat.

“Agar visi misi pemerintahan Bupati Kala’tiku Paembonan dan Yosia Rinto Kadang membangkitkan kembali pariwisata itu bisa secara perlahan-lahan terwujud. Saya yakin di tahun 2021 diakhir masa jabatan beliau nanti misi itu walaupun belum seluruhnya tetapi akan bisa terwujud,” ketus Harli.

Dimasa keemasan pariwisata di Toraja jumlah wisatawan 300 ribu per tahun dan sekarang sisa 285 ribu per tahun. Kalau parameternya adalah kunjungan wisatawan sebagai indikator kita bangkit kembali pariwisata minimal kita harus mencapai angka 500 ribu kunjungan wisata per tahun dan berharap di tahun 2021 dapat terwujud, kunci Harli. (rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top