Harga Daging Masih Terpantau Stabil – Palopo Pos
Ekonomi

Harga Daging Masih Terpantau Stabil

*Perkiraan H-3 Baru Ada Kenaikan

PALOPO — Harga daging sapi di Pusat Niaga Palopo (PNP) menjelang lebaran masih terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan. Dari penelusuran yang dilakukan para pedagang mengaku masih menjual dengan harga yang lama yakni Rp110 ribu/kilonya.

Menurut salah satu pegawai yang bertugas PNP Dahria, mengatakan bahwa semenjak masuk bulan Ramadan hingga mendekati Idhul Fitri, harga daging sapi di Pusat Niaga Palopo (PNP) belum mengalami kenaikan harga.

“Harga daging sapi masih sama dengan harga sebelumnya yaitu Rp110 perkilonya. Ini masih dari harga pada saat hari raya Idhul Adha,” katanya saat ditemui, Jumat, 8 Juni 2018.

Dikatakan Dahria, harga daging sapi biasanya mengalami kenaikan ketika mendekati lebaran Idul Fitri yaitu sekitar H-3. “Baru akan naik sekitar H-3 nanti,” tambahnya.

Menurutnya, salah satu penyebab harga daging sapi tidak mengalami kenaikan harga karena Dinas Perdagangan Kota Palopo terus memantau harga daging sapi yang dijual disetiap pasar.

Selain itu, pemantauan terhadap harga sembako juga terus dilakukan guna menjaga stabilisasi harga jelang lebaran.

Salah satu penjual daging di PNP yang tidak ingin dipublikasikan identitasnya, mengakui saat ini harga daging sapi masih tetap normal Rp110 ribu perkilo. ” Dari dulu sampai sekarang harga daging sapi begitu terus. Harga ini masih dari 3 tahun yang lalu,” bebernya.

Menurutnya, kenaikan ataupun penurunan harga tergantung dari pusat, kalau di pusat harganya naik maka disini juga naik. Tetapi kalau di pusat turun harga maka disini juga akan turun harga, tutupnya.

“Masih normal sekarang. Tetapi biasanya ada kenaikan kalau dekat lebaran, misal di H-2. itu bisa naik sampai Rp120 ribu per kg,” kata Zakaria, salah satu penjual daging di PNP.

Kenaikan harga daging, katanya, disebabkan karena kekurangan stok daging. “Banyak yang mau tetapi stok kurang, makanya mahal,” ucapnya.

Demikian juga dengan harga ayam potong yang cenderung naik. Jika beberapa waktu lalu tertinggi sampai Rp50 ribu per ekor. Sekarang naik Rp5 ribu.

“Iye naik mi lagi. Rp55 ribu per ekor itu untuk yang paling berat sekitar 1,8 kg,” tambahnya. (cr2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top