Kisruh Pemberhentian Kepala Dusun – Palopo Pos
Toraja

Kisruh Pemberhentian Kepala Dusun

*Kadis DPMPL Torut: Memang Harus Sesuai Aturan

RANTEPAO—Akibat pemberhentian kepala dusun (kadus) di Lembang Salu, Kecamatan Sopai, Toraja Utara yang tidak sesuai prosedur akhirnya menuai berbagai tanggapan yang tidak sedap dikalangan masyarakat.

Kekisruhan tersebut membuat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Lembang (DPMPL) Torut Ritha Rasinan angkat bicara.

Terkait hal tersebut Ritha Rasinan Kepada Palopo Pos Rabu, 20 Juni 2018 katakan bahwa dari awal dirinya sudah mengingatkan Roni Pata’ Allo, kalau bisa nanti setelah setahun baru ganti kepala dusun dan tentunya pilih yang sesuai aturan yang ada. Baik dari segi usia, pendidikan, kapabilitasnya untuk memimpin di dusun, lalu umumkan keseluruh masyarakat.

“Saat itu Roni bilang ke saya bahwa sudah saatnya itu kepala dusun diganti, karena ini untuk kedepannya lagi ibu. Dan saya katakan ke Roni bahwa harus sesuai aturan yang ada dan secara tehnis harus berhubungan dengan bidang pemerintahan agar nantinya tidak ada persoalan yang ditimbulkan atas pemberhentian tersebut,” ungkap Ritha.

Terkait pemberitaan disalah satu media online yang mengatakan bahwa Kadis DPMPL memerintahkan Kepala Lembang Salu untuk secepatnya mengganti kepala dusun. Kadis DPMPL Ritha Rasinan menyanggah hal tersebut dan katakan itu tidak benar.

“Saya betul-betul tidak pernah mendesak Kepala Lembang Salu untuk mengganti kepala dusun. Malahan saya bilang ke dia (Roni Pata’ Allo) jangan dulu adakan pergantian kepala dusun, kalau bisa nanti setelah setahun pemerintahannya,” terang Kadis BPMPL.

Terpisah Edi Kendek Suma, Wakil Ketua BPL Lembang Salu sangat sesalkan cara-cara Kepala Lembang Salu yang bertindak tanpa koordinasi Badan Permusyawaratan Lembang (BPL) yang notabene adalah mitranya.

“Saya sangat sesalkan cara-cara yang dipakai Roni Kepala Lembang Salu dengan memecat secara sepihak delapan kepala dusun tanpa koordinasi dengan kami.

Harusnya ada pemberitahuan kepada seluruh masyarakat di lembang, setidaknya ada pengumumanlah seperti itu tapi ini tidak ada sama sekali,” paparnya.

Lanjut Edi Kendek katakan bahwa Kepala Lembang Salu ini telah berbuat semena-mena terhadap warga, dia berbuat semaunya tidak mikir bahwa lebih banyak yang tidak memilih dia. Harusnya dirangkul semua elemen masyarakat didalam Lembang Salu agar tidak menuai kegaduhan disana-sini.

Diketahui juga bahwa atas inisiatif Kepala Lembang Salu dan kepala dusun yang baru mereka memunggut Rp10 ribu per karung beras raskin kepada masyarakat dengan alasan biaya angkut. Padahal selama ini masyarakat datang mengambil sendiri beras raskinnya di Kantor Lembang.

“Kami tidak tahu bahwa ada biaya pungutan dengan alasan untuk biaya angkut ke dusun, dan juga kami tidak tau uang yang dikumpulkan itu mau di kemanakan dan untuk siapa,” ujar Sampe yang akrab disapa Mama Ita saat di kantor Lembang.

Diketahui bahwa pelantikan Kepala Lembang pada akhir November 2017 tahun lalu dan pergantian kepala dusun yang baru awal Januari 2018 ini. Jadi baru sebulan menjabat kepala Lembang Salu langsung adakan pergantian kepala dusun sebanyak delapan orang. (rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top