Ribuan Rumpun Keluarga Hadiri Acara Mangrara Banua – Palopo Pos
Toraja

Ribuan Rumpun Keluarga Hadiri Acara Mangrara Banua

RANTEPAO—Acara puncak Mangrara Banua di Ke’te Kesu’ dilaksanakan dengan dihadiri ribuan rumpun keluarga besar Tongkonan Ke’te Kesu’ di Kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara, Jumat, 29 Juni 2018 kemarin.

Persembahan berupa babi sebanyak 600 ekor yang rata-rata berukuran besar dengan harga perekornya mencapai puluhan juta rupiah. Serta satu ekor kerbau untuk dibagikan kepada perwakilan rumpun keluarga Tongkonan di Ke’te Kesu’.

Tokoh Adat yang juga Ketua Yayasan Ke’te Kesu’ Layuk Sarongallo dihadapan puluhan jurnalis baik elektronik, cetak dan online katakan ini adalah acara syukuran bagi keluarga besar Kesu’ yakni Mangrara Banua Tongkonan.

Rumpun keluarga yang membawa babi dipotong dan akan diberikan kepada semua masyarakat dan didalam masyarakat itu ada tingkatannya. “Mungkin dalam bahasa sekarang itu ada eselon 1, 2 dan 3 dan yang pertama diberikan kepada yang dianggap bisa mengayomi kami,” ungkap Om Layuk.

Ditambahkan, Layuk Sarongallo bahwa besok (hari ini, red) akan potong babi lagi untuk melaksanakan ucapan terima kasih kepada leluhur bahwa upacara ini sudah selesai.

Mudah-mudahan arwah-arwah mereka yang dianggap panutan itu bisa memberkati kampung kami dengan keluarga. Sehingga dibuatkan tangga yang seperti ini (bate) sehingga bisa turun untuk memberkati kami semua.

Tangga Bate adalah simbol hubungan manusia dengan sang pencipta.

Ditambahkan Tokoh Masyarakat Ke’te Kesu’ Kudu Sarongallo bahwa acara puncak hari ini (kemarin,red) didukung dengan cuaca yang sangat baik.

“Keluarga besar sangat antusias datang dari berbagai pelosok di negeri ini, bahkan ada keluarga yang datang dari luar negeri untuk mengikuti acara syukuran Mangrara Banua di Tongkonan di Ke’te Kesu’,” ujar Om Kudu sapaan akrabnya.

Salah satu keluarga dari Tongkonan Ke’te Kesu’, Yoel Rombe Datubakka katakan lewat acara ini sangat bermakna positif yang tadinya ada keluarga tidak saling mengenal jadinya saling mengenal dengan adanya ritual ini.

“Itulah salah satu makna Tongkonan sebagai media perekat hubungan kekeluargaan,” tutup Yoel.

Acara ritual Mangrara Banua (syukuran) Rumah Adat Tongkonan juga dihadiri ratusan turis mancanegara dan wisatawan lokal. Mereka terlihat antusias mengambil momen-momen penting untuk diabadikan lewat kameranya.

Tongkonan Ke’te Kesu’ dibanjiri rumpun keluarga dan para pengunjung sehingga di lokasi Tongkonan sangat padat oleh rumpun keluarga besar dan para pengunjung lokal dan mancanegara.(rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top