Tumbuhkan Kesadaran Tera di Masyarakat – Palopo Pos
FEMALE

Tumbuhkan Kesadaran Tera di Masyarakat

Wahida, S.S.Si
Ka.TU UPTD Metrologi Legal Palopo

Penggunaan alat ukur disetiap aktivitas sangat penting. Berbagai macam alat ukur beredar di masyarakat, utamanya dalam melakukan aktivitas perdagangan.

Tapi tahu-kah kita di Kota Palopo ternyata sudah ada unit daerah yang khusus untuk melakukan standarisasi alat ukur, agar tepat jumlah, dan kadarnya. Yakni UPTD Metrologi Legal Palopo. Masyarakat jangan segan untuk meminta bantuan pihak Metrologi Legal jika merasa alat ukur yang digunakan tidak stabil, sehingga perlu di tera ulang.

Female Palopo Pos edisi kali ini mengenal dekat sosok salah satu srikandi di UPTD Metrologi Legal Palopo yang harus bekerja keras sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya tertib alat ukur.

Jika sebelumnya telah diulas kepala UPTD-nya, Iramayanti KH, kali ini kepala TU-nya, Wahida, S.S.Si, yang juga tak pantang menyerah.

Kepada Palopo Pos, Kamis 28 Juni 2018, Wahida bercerita tantangan yang sering didapat ketika terjun ke lapangan, yakni mengenai kesadaran dari masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang masih rendah. Selain itu tarif tera ulang yang dianggap masih tinggi, sehingga ini salah satu kendala membuat malas melakukan tera.

“Penggunaan alat ukur dalam setiap aktivitas saat ini sangat penting. Namun kesadaran untuk melakukan tera dan tera ulang ini yang masih rendah di masyarakat dan pelaku usaha,” kata istri dari Bripka Safri, SH.

Tantangan lainnya adalah belum adanya pegawai berhak yang memiliki cap tanda tera di Kota Palopo. “Ini kendala di lapangan masih mengandalkan pegawai berhak dari BSML regional IV Makassar. Jadi harus menyesuaikan waktu mereka ketika ada yang mau melakukan tera,” jelasnya.

Dan terakhir, masih kurangnya alat standar yang dimiliki UPTD. “Kendala alat yang standar juga membuat optimalisasi pelayanan tera dan tera ulang tidak maksimal,” ungkapnya.

Sebagai contoh kasus yang pernah ditemui di lapangan adalah, lambatnya peneraan di beberapa SPBU di Kota Palopo. Seperti di SPBU Rampoang yang jauh hari telah mengajukan surat permohonan tera ulang pompa ukur BBM ke Dinas Perdagangan sejak Maret 2018 lalu. Namun baru terlaksana awal bulan Juni 2018. Ini kata Wahida, dikarenakan lambatnya tim fasilitasi tera/tera ulang dari BSML Reg.IV turun ke daerah, mengingat padatnya jadwal peneraan se-Indonesia Timur.

Kendati demikian, pelaksanaan pelayanan tera/tera ulang khususnya di SPBU untuk tahun ini terlaksana dengan baik. Begitupun dengan pengawasan kemetrologian yang dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum nakal yang dapat merugikan konsumen. (idr)

Data Diri :

Nama           : Wahida, S.S.Si
TTL              : Palopo, 13 Desember 1986
Jabatan       : Ka.TU UPTD Metrologi Legal Palopo
Suami          : Bripka Safri, SH
Aanak          : – Alika Nahda Safri
– Adiba Khanza Safri

Click to comment

Most Popular

To Top