DJM Mengaku Dipukuli Oleh JRM – Palopo Pos
Toraja

DJM Mengaku Dipukuli Oleh JRM

*Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan

MAKALE –— Sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dialami Djuli Mambaya (DJM), kembali digelar di Pengadilan Negeri Tana Toraja, Rabu, 4 Juli 2018 kemarin. Dimana dilakukan oleh terdakwa Jhon Rende Mangontan (JRM) beberap waktu lalu.

Kali ini memasuki agenda untuk mendengarkan kesaksian pelapor Djuli Mambaya.

Sidang kali ini menghadirkan dua saksi yakni pelapor Djuli Mambaya dan mantan Kapolsek Sa’dan Yakop Parinding.

Sidang ini dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Makale, H Muh Djamir SH didampingi hakim anggota Wempi WJ Duka SH dan hakim Anendar Carnova SH. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Jaksa Abu Patandean SH dan Jaksa Ringgi Sarongallo SH MH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya mempertemukan terdakwa Jhon Rande Mangontan dan saksi pelapor Djuli Mambaya. Saksi DJM dan AKP Yakop Parinding diambil sumpahnya sebelum memberikan keterangan dihadapan majelis hakim.

Dalam keterangannya korban pelapor Djuli Mambaya, menjelaskan usai terjadi pemukulan kepada dirinya, lalu melaporkan ke Polres Tator, usai divisum di RSU Pongtiku.

“Saya dipukul saat syukuran jemaat palangi di Kecamatan Sa’dan. Pemukulan dengan tangan kosong dan kena dipipi saya.

Didalam gereja saya diancam mau dibunuh dan saat itu saya diam dan keluar lewat samping. Saya memberikan kursi tapi lalu dia memanggil istri saya saat itu dia (JRM) memukul saya dihadapan istri dan jemaat palangi malakiri,” paparnya.

Didalam persidangan, hakim yang juga Ketua Pengadilan Tana Toraja HM Djamir menanyakan kepada saksi Djuli Mambaya terkait persoalan sehingga terjadi pemukulan.

Djuli Mambaya mengatakan bahwa ini ada kaitannya dengan masalah proyek di Papua dan dibawah akhirnya dibawa ke media sosial.

“Ada akun yang mengadu kami saat perjalanan dari Makassar ke Toraja, sehingga ada kesalahpahaman. Saya dipermalukan dihadapan ribuan hadirin saat Pentabisan Gereja jemaat palangi,” ujar DJM. DJM juga memberikan bukti terkait kiriman yang tak pantas ke WA anak dan istrinya.

Saksi kedua mantan Kapolsek Sa’dan, Yakop Parinding jelaskan bahwa saat terjadi pemukulan dia berada di tengah dan melarai kedua tokoh ini.

Mantan Kapolsek Sa’dan ini juga katakan bahwa tidak melihat apakah ditampar atau ditinju.

“Saya tidak tau persis karena kejadiannya sangat cepat.
Saat itu saya ditelepon dari Polres untuk pengamanan ibadah Pentabisan Gereja. Di lokasi saya duduk berdampingan dengan kedua tokoh ini, saya duduk di tengah Pak DJM dan JRM.

Dan saat itu tiba-tiba terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa JRM ke DJM, kemudian saya langsung melerai mereka berdua,” ungkap AKP Yakop Parinding.(rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top