Sumarsono Digelari To Pallindrungi, Pengayom dan Pelindung Negeri – Palopo Pos
Utama

Sumarsono Digelari To Pallindrungi, Pengayom dan Pelindung Negeri

*Prosesi Adat “Mappakkurru Sumange” di Kedatuan Luwu

Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono resmi menjadi bagian Wija To Luwu. Karena jasanya dalam memimpin sejumlah daerah, dan dianggap berhasil, maka Kedatuan Luwu menganugerahkan gelar adat Luwu “To Palindrungi”, yang bermakna insan pelindung dan pengayom negeri.

Aldy Alfathmi, Palopo

Kiprah Sumarsono dalam memimpin daerah telah banyak diakui. Mulai saat menjadi Gubernur Sulut yang saat itu diperhadapkan dengan tapal batas Indonesia-Filipina, menjadi Plt Gubernur DKi Jakarta, dan mengetuai tim penyusun grand design pengelolaan batas wilayah negara.

Dengan perjalanan yang selalu bersentuhan dengan kemaslahatan rakyat banyak, dari ziarah panjang itu Soni selalu membumikan kejayaan dan keberhasilan mengemban amanah.
Atas dasar inilah, Kedatuan Luwu memberikan gelar kedatuan kepada Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono “To Palindrungi”, yang bermakna insan pelindung dan pengayom negeri, di Istana Datu Luwu, Senin 9 Juli 2018. Gelar kedatuan ini diberikan atas dedikasi pria kelahiran tulungagung Jawa Timur ini dalam beberapa posisi penting yang diemban untuk kemaslahatan umat.

To Pallindrungi nama gelar yang diberikan tersebut. Yang bermakna pemimpin yang bisa mengayomi dan melindungi. Pemberian gelar ini dilakukan dengan upacara adat yang dimulai dari Ri Paduppai Lellung yakni Pj. Gubernur dan Istri dijemput dengan Tenda Keemasan hingga pemberian pusaka.

Dalam prosesi sakral ini Soni Suamrsono didampingi yang mulia Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau bersama permaisuri, sementara Soni Sumarsono didampingi istri berada di bawah singgasana.

Soni Sumarsoo di kesempatan tersebut mengungkapkan akan menjaga gelar yang akan diberikannya. Ia juga mengungkapkan pemberian gelar ini merupakan nilai budaya yang mesti di pegang teguh. “Gelar ini tentu memberikan nilai tersendiri bagi saya dalam mengemban amanah,” ujarnya kepada media.

Pemberian gelar adat kedatuan ini merupakan hasil kesepakatan oleh majelis adat kedatuan luwu. Prosesi Ri Anggaruki, mengukuhkan pemberian gelar tersebut yakni pernyataan ikrar kesetiaan oleh Baginda Maddika Bua sebagai perwakilan Ana TelluE yang intinya menyatakan bahwa mendukung penuh titah Datu Luwu yang menganugerahkan gelar adat kepada Bapak Dr. Sumarsono.

Turut mendampingi Gubernur dalam acara ini yakni, Penjabat Wali Kota Palopo, Andi Arwien, Kapolres Palopo, AKBP Taswin, SIK, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf M Imasfy, Sekkot Palopo, H Jamaluddin Nuhung, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemkot Palopo. (ald/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top