Dulang Suara untuk Peroleh Kursi Terbanyak – Palopo Pos
Utama

Dulang Suara untuk Peroleh Kursi Terbanyak

*Pertarungan Tokoh di Dapil Sulsel 3 Menuju Senayan

PALOPO –– Saat ini pendaftaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 masih terbuka sampai tanggal 17 Juli 2018. Sejumlah parpol dan bacaleg pun bekerja keras merampungkan berkas agar bisa lolos Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU. Keterwakilan 30 perempuan jadi hal mutlak untuk bisa lolos.

Ada hal yang menarik dalam pencaleg-an kali ini. Khusus yang akan melaju ke Senayan (DPR RI). Sejumlah nama besar telah menyatakan diri siap maju bertarung. Bahkan ada yang sampai pindah partai agar memiliki “kendaraan” ke pusat.

Dapil Sulsel III yang meliputi Luwu Raya, Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Sidrap dan Pinrang sejumlah nama besar dikabarkan akan bersaing.

Khusus di Partai NasDem Dapil 3, persaingan dipastikan akan terjadi persaingan sengit, sebab Partai NasDem dikabarkan memasukkan nama Ketua DPP NasDem Bidang Otonomi Daerah, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS), dan incumbent Anggota DPR RI Luthfy A Mutty.

Kita ketahui, Syahrul sendiri, dengan ketokohan serta tingkat popularitas yang tinggi diyakini mampu melenggang ke Senayan. Karena pengalaman jadi Gubernur Sulsel dua periode.

Wakil Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Muslim Salam mengaku belum mengetahui pasti kebenaran kabar tersebut. “Saya memang dengar seperti itu jika SYL dan RMS maju. Namun belum pasti. Untuk lebih jelasnya konfirmasi kepada yang bersangkutan. Susunan nomor urut dan wilayah juga belum di tahu,” tuturnya.

Selain dua nama itu, pihaknya juga memastikan akan ada figur lain yang ikut maju. Hanya saja, kata dia, semua nama akan terpublis setelah rapat pemantapan dalam waktu dekat ini. “Mungkin setelah rapat pemantapan baru ditahu,” katanya.

Juru bicara DPW NasDem Sulsel, M Rajab mengatakan, pada Pileg 2019 mendtaang, Partai NasDem memiliki target untuk meningkatkan jumlah kursi. “Misalnya NasDem memiliki 2 kursi di DPR RI, ditingkatkan menjadi 6 kursi,” katanya, Selasa 10 Juli 2018.

Menurutnya, target tersebut bukan hanya memperjuangkan kader internal, akan tetapi figur eksternal yang menjadi usungan NasDem akan diperjuangkan demi kemenangan bersama. “Target menang di pemilu nanti. Ini menjadi keputusan NasDem saat rapat internal,” ujarnya.

Selain Nasdem, dari partai besar juga tengah mengusulkan sejumlah tokoh. Di Partai Golkar nama, incumbent drg. Hj. Andi Fauziah Pujiwatie Hatta masih tetap ada, terus ada juga Ketua DPC Golkar Lutra Muh. Fauzi. Di Partai Gerindra, ada nama mantan Cagub Agus arifin Nu’mang, incumbent Anggota DPR RI Hj. Felicitas Tallulembang, mantan Ketua Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung, mantan Ketua Golkar Pinrang yang kini menjabat Ketua Gerindra Pinrang Abdi Baramuli, terakhir Marani Manca.

Di Partai Demokrat masih tetap ada incumbent Dr Ir H. Bahrum Daido, M.Si, mantan Bupati Tana Toraja Frederik Batti Sorring, dan Andi Timo Pangerang.
Bahrum yang dikonfirmasi mengatakan, Partai Demokrat terbuka pintu lebar bagi siap saja yang akan maju di pileg. Apalagi dengan sistem pemilihan sekarang, justru semakin terbuka peluang semakin banyak kursi yang didapat.

“Lebih bagus kalau banyak tokoh masuk Demokrat, semakin baik, apalagi dengan sistem pemilu sekarang, terbuka peluang partai dapat kursi. Dan itu yang diharapkan,” kuncinya.
Di Partai Amanat Nasional (PAN) masih diisi incumbent Amran SE, dan mantan Bupati Lutra Arifin Djunaid (Arjuna) yang hijrah ke PAN beberapa hari lalu.

Di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), nama istri Bupati Sidrap Rusdi Masse, Hj Fatmawaty Rusdy masih tetap akan maju, dan incumbent Anggota DPR RI Abubakar Wasahua. Dan di Partai Hanura ada nama mantan cawalkot Akhmad Syarifuddin Daud, dan Muchtar Amma.

Pakar Politik UIN Alaudin Makassar, Firdaus Muhammad berpendapat jika SYL dan RMS dan sejumlah nama tokoh besar di dapil Sulsel 3 bertarung dalam satu dapil untuk rebut kursi di senayan rasanya jadi persaingan ketat antara sesama.

Kendati demikian, ia meyakini diantara SYL, RMS, dan nama tokoh diatas kemungkinan SYL masih fokus untuk jadi bursa Cawapres ketimbang lirik DPD RI. “Jika bertarung di satu dapil maka akan terjadi persaingan ketat untuk rebut hari masyarakat. Tapi saya pikir pak SYL masih fokus Pilpres,” ujarnya.

Menurutnya, karir SYL dengan segudang prestasi dan pengalaman sangat cocok untuk duduk di jabatan strategi pemerintahan pusat yakni unsur kementerian tahun 2019 nanti.
“Pengalaman SYL sebagai bupati dan gubenur sangat cocok untuk pemerintahan pusat,” pungkas Firdaus. (idr)

 

Click to comment

Most Popular

To Top