Pemda Berguru SIG ke Banyuwangi – Palopo Pos
Luwu

Pemda Berguru SIG ke Banyuwangi

BELOPA — Rombongan studi banding sistem informasi Geospasial (SIG) Pemerintah Kabupaten Luwu dipimpin Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudi di Banyuwangi disambut Kepala Bappeda Pemkab Banyuwangi, Suyanto Waspoto Tondo didampingi Plt Kadis Kominfo Banyuwangi, Budi di lobi kantor Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 11 Juli 2018 kemarin.

Ikut dalam rombongan studi banding Pemkab Luwu, Ketua DPRD Luwu Andi Muharir, Kepala Inspektorat, H Lahmuddin, Kepala Bappenda Luwu, Mohammad Arsyad Arsal, Kadis Kominfo, Anwar Usman, Sekertaris Dinas Perkim, Sofyan Thamrin ST, anggota DPRD Luwu, Solikha Hasjun dan Sudirman Baso termasuk Tim Gugus Tugas Geospasial gabungan SKPD serta beberapa Kepala Bidang dari Bappeda dan Bapenda Luwu.

Senada dengan itu, Ketua Tim Gugus Tugas Informasi Geospasial Pemkab Luwu, Sofyan Thamrin mengatakan sebelumnya pemerintah daerah telah melakukan Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemkab Luwu dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) guna mendukukung sistem layanan pemetaan data satu pintu.

“Kita sudah lakukan berbagai terobosan terkait MoU dengan BIG. Kita memang ingin seluruh wilayah Luwu sudah dilakukan pemetaan oleh BIG. Bahkan pelatihan pendampingan SDM telematik dari BIG kita sudah kita lakukan sehingga anggota gugus tugas Geospasial memahami tugas menuju satu peta,” kata Sofyan Thamrin kepada Palopo Pos.

Dia menambahkkan, dibentuknya tim Gugus Geospasial di Luwu otomatis dapat membantu program pemetaan data satu pintu dan terkoneksi satu data dengan yang lain. Data Geospasial sesuai fakta dan akurat.

“Bagaimana kita membangun suatu daerah ketinggian, bagaimana kita mau berinvestasi tentu dibutuhkan data peta akurat satu pintu. Disinilah peran data Geospasial, termasuk data tapal batas kita,” kata Sekertaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Luwu ini.

Senada dengan itu, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Luwu, Drs Muhammad Rudi M.Si, mengatakan, pencanangan Kebijakan Satu Peta di Kabupaten Luwu menjadi langkah awal dalam upaya membangun sistem pengelolaan data dan informasi geofasial di kabupaten Luwu dengandukungan teknologi tepat guna yang dilaksanakan oleh para tenaga handal di beberapa OPD lingkup Pemkab Luwu.

“Kami pikir membangun sebuah sistim informasi Geospasial tidak semudah membalikan telapak tangan. Pemkab Luwu ingin tahu capaian dan berapa estimasi anggaran yang digunaka dan kami tetap melakukan kerjasama dengan Badan Informasi Geopasial (BIG) dan Kementerian/lembaga terkait,” kata Muhammad Rudi.

Sedang Kadis Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspoto Tondo menjelaskan, aplikasi IT untuk Informasi Geospasial (IG) telah dibangun sendiri Pemkab Banyuwangi. ”Saat ini semua ITI aplikasi sudah terkonek dengan Kominfo. Siapa pun SKPD yang membangun aplikasi harus berurusan dengan Kominfo jika tenaga kurang maka baru dipikirkan kerja sama pihak ketiga.

Contoh, 180 desa di Banyuwangi sudah terjangkau aplikasi ITI Geospasial,harus ada SDM yang handal danaplikasi yang kami gunakan adalah aplikasi Familiar,” tutur nya. (fan/him)

Click to comment

Most Popular

To Top