YM Datu Senang dengan Lagaligo – Palopo Pos
Utama

YM Datu Senang dengan Lagaligo

*Rencana Perubahan Nama Bandara di Bua

PALOPO — Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono tengah mengusulkan perubahan nama Bandara Lagaligo Bua. Berbagai pendapat muncul.
Seperti yang diutarakan, Anggota DPR RI, Dr Ir H. Bahrum Daido M,Si, jika nama bandara Bua saat ini akan diganti, nama I Lagaligo sangat pas dengan Tanah Luwu.

“Nama I Lagaligo itu sudah bagian dari Kedatuan Luwu. Bahkan pernah jadi raja. Saya rasa nama besar I Lagaligo sudah pas dan pantas dipatenkan,” ujarnya dihubungi Palopo Pos, Rabu 11 Juli 2018.
Terkait dengan peresmian Bandara Bua, lanjut Bahrum, memang sampai saat ini belum pernah ada peresmian. Yang ada selama ini hanya pengembangan.

Kalaupun, Presiden Jokowi yang akan meresmikan nantinya, sungguh patut didukung. “Alhamdulillah kalau Pak Presiden Jokowi mau resmikan. Ini artinya terbuka peluang meminta anggaran pengembangan ke depan,” kata mantan Bupati Luwu ini.

Awalnya, Bandara Bua dibangun menggunakan APBD Kabupaten Luwu. Berjalan waktu, Kementerian Perhubungan masuk memberikan anggaran, dan akhirnya sampai sekarang dikelola langsung Kemenhub.

“Ini sangat positif, dan sebagai anggota DPR RI sangat berterima kasih jika Presiden bisa resmikan Bandara Bua,” sebutnya.
Pendapat yang sama juga diutarakan Yang Mulia Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau. Kepada Palopo Pos, YM Datu menyatakan lebih senang dan “sreg” dengan nama Bandara Lagaligo ketimbang nama lain.

“Saya koklebih senang dengan nama Bandara Lagaligo,” katanya singkat saat dihubungi kemarin.
Sebagaimana diberitakan, sebelum bertolak kembali ke Makassar, Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono menyempatkan meninjau terminal baru Bandara Lagaligo Bua.
Untuk itu, ia berharap agar Presiden Jokowi dapat secara langsung meresmikan bandara tersebut. Dalam waktu dekat ini pemprov langsung akan bersurat ke Istana Merdeka, dan berharap mendapat balasan.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono berharap peresmian bandara tersebut dapat dilaksanakan Agustus mendatang, sekaligus sebagai hadiah atau kado perayaan HUT RI oleh Presiden untuk warga Luwu.

“Saya berharap peresmian Bandara Bua bisa diakukan pada bulan Agustus sebagai hadiah Agustus-an oleh Bapak Presiden, olehnya itu ada waktu satu bulan untuk mengusulkan nama itu, dua minggu-lah saya harapkan nama sudah disampaikan,” harapnya saat di Bandara Bua, Selasa 10 Juli 2018, lalu.

Sumarsono optimistis presiden akan berkenan meresmikan Bandara Bua, namun harus sekaligus dengan beberapa kegiatan lain, misalnya bersamaan dengan peresmian pasar induk beras di Parepare, atau PLTP Jeneponto.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Sumarsono, menambahkan, selain memohon kesediaan Presiden untuk meresmikan bandara tersebut, pihaknya juga akan mengusulkan sejumlah nama untuk bandara yang belum bernama itu.

“Bandara Bua ini belum diresmikan, tapi kami berharap Bandara Bua ini bisa diresmikan oleh Joko Widodo sekaligus memberikan nama. Karena nama Bua adalah nama kampung, kita akan memberi nama dan nama itu sedang dikoordinasikan sebagai bentuk usulan baik oleh Bupati Luwu, Wali Kota Palopo dan bupati sekitarnya serta masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Saat ini di masyarakat mencuat beberapa nama yang dinilai layakn menjadi nama bandara Lagaligo Bua. Seperti mantan Bupati Luwu, Dr Kamrul Kasim, dan juga ada nama pahlawan nasional Opu Daeng Risadju dan sejumlah nama yang pantas. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top