Metro

Kadis PPKAD Pimpin Poles Jalan Andi Djemma

PALOPO— Berhasil meraih Adipura, Kota Palopo terus berbenah. Penilai adipura dari pusat pun sudah ke Palopo untuk memberikan penilaian.
Untuk semakin mempercantik Kota Palopo khususnya di jalan nasional, yakni sepanjang Jalan Andi Djemma Kota Palopo, Kepala DPPKAD, Hamzah Jalante terjun bersama anggotanya mengecat langsung median jalan, Selasa dan Rabu, 10-11 Mei kemarin.
Langkah ini dilakukan, bukan hanya sekadar mengejar adipura. Tapi, lebih dari itu, supaya Kota Palopo tetap kelihatan lebih indah.
Apa yang dilakukan Hamzah Jalante dan stafnya itu, mendapat apresiasi dari mantan staf ahli Pemkot Palopo yang juga anggota DPRD Luwu saat ini, Ansar Pandaka.
Ansar Pandaka memberika semangat kepada Hamzah Jalante. ”Gairahkan semangat kerja bersama seluruh staf untuk mempertahankan Kota Palopo sebagai kota Adipura,” katanya.
Ia pun berharap, menjadikan Kota Palopo sebagai kota yang hijau, bersih, dan teduh. ”Dapat menjadikan penghuninya lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Sebelumnya, tim penilai Adipura 2016 berkunjung ke Kota Palopo. Tim dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melakukan Penilaian Pantau Pertama (P1) Adipura di Kota Palopo di 10 titik, pertengahan Marut 2016 lalu.
10 titik di sejumlah lokasi yang disisir seperti kawasan pasar, pemukiman warga, kawasan sekolah, kawasan perkantoran, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R, TPST, TPST perkotaan, kawasan terminal, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan bank sampah yang berada di wilayah Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan.
“Saat ini Kota Palopo sudah siap menghadapi P1 Adipura 2016. Dengan merampungkan persyaratan dan memiliki sarana-sarana yang dimaksud,” jelas Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (Disberkam) Kota Palopo, Farid Kasim Judas kepada Palopo Pos waktu itu.
Pasalnya, passing grade dalam penilaian piala Adipura ini meningkat dari tahun sebelumnya. Untuk itulah, Farid menegaskan di tahun 2016 ini Kota Palopo menuju legalitas sebagai Kota Adipura.
Dijelaskan Farid, untuk penilaian periode 2016 ini sangat ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, beberapa indikator telah ditambahkan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Seperti indikator kebakaran hutan, dan indikator tambang galian C ilegal yang dapat merusak ekosistem sungai.
Pada indikator kebakaran hutan, lanjut Farid, akan dilakukan survei seberapa banyak kasus kebakaran hutan yang terjadi di Kota Palopo. “Kita mengharapkan untuk masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pegunungan agar tidak melakukan pembakaran hutan. Dan juga kita himbau kepada penggali tambang ilegal agar tak merusak bantaran sungai,” katanya.
Dalam upaya mendapatkan piala Adipura tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Disberkam Kota Palopo berharap agar seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Palopo agar menjaga kebersihan Kota Palopo, khususnya lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Dengan tidak membuang sampah sembarangan itu sudah cukup membantu kita untuk merebut kembali piala Adipura tahun 2016,” tegasnya.
Penilaian akan berlangsung dua hari lamanya. Rencananya Penilaian Pantau 2 (P2) akan dilakukan kembali di bulan Agustus mendatang. Dalam hal ini, Pemkot Palopo optimis akan merebut kembali piala Adipura tahun 2016.(cr2/uce/d)



Most Popular

To Top