Kriminal

Mahasiswa Diminta Ikut Waspadai Terorisme

PALOPO–Belum hilang diingatan akan aksi Gafatar, kini PKI yang pernah melakukan pemberontakan di zaman 45 muncul lagi. Lambang-lambang PKI tidak hanya dipamerkan di daerah Jawa, di Sulawesi Selatan juga sudah ada. Di Palopo, anggota TNI dan kepolisian masih memantau.
Antisipasi gerakan radikalisme dan terorisme, Kasat Binmas Polres Palopo, AKP Arsyad Kaonga bersama anggota Binmas meminta kepada mahasiswa IAIN Palopo agar ikut andil memerangi gerakan ini.
“Jika lihat, laporkan segera kepada petugas agar kami tangkap,” kata Arsyad dalam Sosialiasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Radikalisme Kerjasama Polres Palopo dengan IAIN Palopo, Rabu, 11 Mei 2016 kemarin.
Kasat Binmas mengatakan, munculnya aksi teroris berawal dari adanya paham radikalisme. Untuk bisa merekrut anggota sebanyak-banyaknya, gerakan ini selalu mengatasnamakan agama. Mereka berdalih memperjuangkan rakyat, tetapi nyatanya yang diperjuangkan adalah ego mereka.
“Yang patut diwaspadi, karena gerakan-gerakan seperti ini tidak henti-hentinya merekrut anggota sebanyak-banyaknya,”ujarnya.
Arsyad memberikan salah satu contoh, organisasi Gafatar yang menyasar mahasiswa. “Kini, PKI yang pernah melakukan pemberontakan di tahun 45, sekarang mulai muncul lagi, mari sama-sama perangi,”ucapnya.
Dikarakan Arsyad, radikalisme rawan muncul, dari sekian juta raktyat Indonesia, disinyalir sudah 1.800 rakyat Indonesia direkrut menjadi anggota ISIS. Dimana 400 orang sudah dinyatakan sebagai anggota ISIS. “Untung pertahanan Indonesia kuat,”tegasnya.
Warga Luwu yang kini menjadi anggota ISIS, adalah pria yang pernah melakukan pengeboman di Sampoddo beberapa tahun lalu. “Walau hanya tamatan SD, orang ini pandai merakit bom, makanya ia direkrut oleh ISIS,”bebernya.
Sebagai pelengkap, Arsad kemudian memperlihatkan poto-poto teroris yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Katanya, dari 49 teroris, beberapa diantaranya sudah ditembak mati, namun ada juga yang menyerahkan diri karena kelaparan. Sisanya kini yang diburu sebanyak 26 orang, tiga diantaranya adalah wanita.
Tujuan kami memperlihatkan poto-poto DPO ini, agar mahasiswa juga ikut membantu keamanan menangkal aksi teroris masuk di kota Palopo. Sekali lagi saya pesankan, jika melihat, minta tolong disampaikan kepada kami untuk dilakukan penangkapan,”ujar Arsyad.
Sebab katanya, lanjut dia lagi, info dari warga di Kecamatan Seko, sekarang ini banyak keganjilan terjadi di daerah yang cukup dekat dengan Poso. Poto-poto teroris tersebut tidak hanya diperlihatkan kepada mahasiswa, Arsyad mengaku juga memperlihatkan poto-poto DPO itu kepada pelajar dan masyarakat luas.(ara/ded/d)



Most Popular

To Top