Metro

Panitia Proyek Jalan Lepas Tangan

PALOPO— Proyek pengerjaan jalan yang sementara dilaksanakan di Kota Palopo, mendapat tanggapan.
Pihak Pemerintah Kota Palopo yang membidangi masalah pembangunan dalam hal ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) selaku panitia seleksi lelang dan tender, justru lepas tangan terkait dengan rekanan yang mengerjakan proyek itu alatnya tidak memadai.
Kepala ULP Kota Palopo, Taufik S.Kep MS.M.Kes, melalui Sekertaris ULP, Anshar Dachri kepada Palopo Pos, Rabu 11 April kemarin, mengungkapkan, masalah teknis di lapangan itu merupakan wewenang pejabat pembuat komitmen (PPK).
”Kalau mengenai masalah alat yang kurang memadai, itu wewenang PPK bagaiaman caranya supaya proyek itu berjalan dengan baik,” katanya.
Yang jelasnya, pihaknya sudah melakukan proses tender sesuai dengan ketentuan Perpres 54 tahun 2010, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan perubahannya.
Dirinya mengatakan, dalam aturan, bahwa satu perusahaan boleh mengerjakan 5 paket dalam waktu bersamaan. Itu berlaku untuk kualifikasi perusahaan kecil. Untuk kualifikasi perusahaan non kecil (menengah dan besar), bisa sampai 6 paket.
”Itu sudah aturan baku dan sesuai dengan Permen PU No.08 tahun 2011 tentang klasifikasi dan kualifikasi perusahaan,” terangnya.
Namun aturannya, perusahaan kecil tidak bisa mengikuti tender untuk kualifikasi perusahaan besar karena ada standar nilai kontrak yang ditentukan. Sementara untuk perusahaan besar bisa mengikuti tender di bagian perusahaan kecil.
Proses tender terdiri dari 5 tahapan evaluasi yang harus dilalui perusahaan yang ikut sebelum dikatakan menjadi pemenang tender. Dimulai dari tahap evaluasi administrasi dan rata-rata semuanya lolos ditahap ini.
Kemudian, untuk tahap kedua, akan melalui tahap evaluasi teknis. Jika lolos, lanjutnya, maka ke tahap evaluasi harga. Dimana pada tahap ini jika ada tiga perusahaan penawar maka dua penawaran terendah akan lanjut ke tahap berikutnya. Namun terlebih dulu akan dilakukan pembuktian kualifikasi.
Ditahap evaluasi akhir, dua perusahaan yang memiliki penawaran terendah setelah dilakukan kualifikasi. Kemudian akan keluar satu pemenang yang akan menjalankan paket tender itu.
Ditambahkan Anshar, semua penyedia atau kantraktor yang mengikuti lelang atau tender, sudah melakukan penandatanganan pakta integritas.
Sementara itu, Dinas PU Kota Palopo melalui Kabid Cipta Karya, Hamsir ST, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak rekanan supaya memaksimalkan kerjanya termasuk menyediakan alat yang memadai.
Karena, diakuinya, memang progres yang terjadi di lapangan masih sangat minim. Itu karena keterlambatan pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan.
Dikatakan Hamsir, ada tiga unsur yang harus diperhatikan jika ingin suatu pekerjaan khususnya jalan. Pertama alat yang digunakan harus lengkap, kemudian tenaga kerja yang lengkap dan juga paling penting bahan baku yang akan digunakan tersedia.
”Tiga unsur penting itu yang harus diperhatikan pihak rekanan jika mereka ingin memaksimalkan pekerjaannya. Sehingga kedepan pekerjaan akan berjalan dengan maksimal,” tutupnya.(cr2/uce/d)



Most Popular

To Top