Utama

Jelang Puasa, Harga Bawang Putih dan Cabai Keriting Naik

PALOPO — Memang tidak dapat dihindari. Meski Ramadan tinggal dua pekan lagi, harga barang kebutuhan pokok mulai naik, terutama bawang putih dan cabe keriting.
Tidak semua mengalami kenaikan. Ada juga yang masih menggunakan harga normal.
Harga jual bawang putih yang sudah naik. Kenaikannya menembus Rp35 ribu per kg. Sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Begitu pula cabe keriting yang naik dari Rp25 ribu per kg, menjadi Rp30 ribu per kg.
Disusul telur bebek yang juga mengalami hal serupa naik dari Rp40 ribu per rak, menjadi Rp45 ribu per rak. Rata-rata kenaikan komoditi sembako mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu atau 20 persen dari harga mulanya.
Salah seorang pedagang di Pusat Niaga Palopo, Arif, mengatakan harga bawang putih dan cabe keriting meningkat drastis permintaan konsumen beberapa hari terakhir ini, menjelang masuknya bulan puasa. Termasuk cabe merah dari harga Rp40 ribu, naik menjadi Rp45 ribu, dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan sedikit dari Rp32 ribu per rak menjadi Rp33 ribu 5 ratus. “Sementara harga bawang merah justru sebaliknya mengalami penurunan Rp10 ribu atau 40 persen, awalnya dari harga Rp50 ribu perkilogram turun menjadi Rp40 ribu perkilogram,” katanya, Selasa 24 Mei 2016.
Di tempat terpisah, Hastiani, pedagang lain mengatakan harga daging ayam potong masih stabil. Untuk ayam potong ukuran kecil Rp45 ribu dan ayam potong ukuran besar Rp50 ribu. ”Mudah-mudahan harga tersebut tetap stabil sampai selesai bulan puasa,” harapnya.
Sedangkan harga daging sapi Rp100 ribu per kilogram, naik menjadi Rp110 ribu per kilogram. Namun, itu pun kenaikannya terjadi sejak awal tahun baru di bulan Januari. ”Mungkin naik lagi setelah mendekati puasa,” kata Hastiani.
Jumaria, pemilik Toko Beras Serba Murah, menambahkan, harga beras menjelang masuknya puasa justru mengalami penurunan harga. Mulai dari beras kurma (kepala) Rp11 ribu per kilogram, santana Rp9 ribu, Ciliwung dan Bramo Rp9 ribu per kilogram. Masing-masing setiap jenis beras mengalami penurunan yang sama sebesar Rp5 ratus. ”Ini terjadi sejak 1 minggu yang lalu,” ucapnya.
Ia mengatakan menyambut bulan puasa di pengalaman tahun lalu, justru harga beras mengalami kenaikan karena banyak permintaan. Tapi, alhamdulillah bulan puasa tahun ini harga beras mengalami penurunan. ”Mungkin stok beras Bulog regional Palopo aman,” jelasnya.
Untuk bahan pokok tempe dan tahu masih tetap stabil. ”Tahu Rp5 ribu per hitungan 4 papan dan tempe Rp6 ribu per papan,” ungkap pedagang Siti Hafzah.
Demikian juga dengan komoditi minyak kelapa curah yang juga masih stabil Rp12 ribu per liter atau Rp6 ribu per 1/2 liter,” ungkap Astuti.
Menanggapi harga sembako yang mengalami fluktuasi menjelang masuknya bulan puasa, Kepala Dinas Koperasi Perindustribusian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Palopo, Karno, S.Sos, mengatakan, sulit untuk dihindari kenaikan harga sembako masuknya bulan puasa. ”Pasti semua masyarakat mengeluhkan dengan kondisi beberapa sembako yang mengalami kenaikan harga,” ucapnya.
Untuk meringankan dan menjadi solusi untuk masyarakat adalah pihak koperindag akan melakukan pasar murah. Akan dilaksanakan 1 minggu setelah masuknya bulan puasa di 9 kecamatan di Kota Palopo.
Karno menambahkan, untuk tidak terus mengalami kenaikan harga sembako (inflasi), pihaknya juga akan melakukan koordinasi kerja sama pemerintah Kota Palopo dan tim Inflasi dari provinsi (mg3/ary/t)



Most Popular

To Top